
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Alfian Limardi.
JawaPos.com–Jumlah UMKM Surabaya terus menggemuk. Angkanya mencapai 53 ribu lebih.
Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi B DPRD Surabaya Alfian Limardi mendorong Pemkot Surabaya untuk memastikan jumlah UMKM. Dari angka itu, lebih kurang 25 ribu UMKM Surabaya bergerak di sektor kuliner atau makanan.
”Dipastikan kembali apakah benar angka itu 53 ribu UMKM. Mengapa harus dipastikan, karena bisa tahu eksistensi di lapangan bagaimana,” ujar Alfian Limardi legislator PSI Surabaya itu.
Selain perlu verifikasi, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya itu mendorong agar Pemkot Surabaya membentuk lembaga penjaminan mutu atau kualitas makanan.
”Efeknya bisa besar. Menjaga kualitas makanan dan minuman, sehingga bisa meminimalisir porsi anggaran untuk kesehatan yang misalnya orang itu penerima BPJS Kesehatan PBI,” papar Alfian.
Pemkot Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam merawat UMKM. Salah satunya melalui Festival Ramadan yang digelar di Jembatan Suroboyo, Sabtu (15/4).
Festival Ramadan itu diikuti sebanyak 100 tenant UMKM. Mereka menyuguhkan beragam produk.
Para pengunjung yang sedang menunggu waktu berbuka puasa bisa mengunjungi bazar UMKM dan food truck. Pengunjung juga disuguhkan penampilan musik, permainan tradisional, hingga penampilan fashion show sesudah waktu berbuka puasa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sinergitas antara Pemkot Surabaya bersama Bank Jatim adalah fokus pada peningkatan ekonomi pelaku UMKM. Diharapkan setiap satu bulan sekali, kegiatan serupa bisa terus digelar di Jembatan Suroboyo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM.
