JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik skema kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Work From Anywhere (WFA), yang diusulkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menghemat anggaran pemerintah.
Melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah melakukan efisiensi anggaran. APBN dihemat hingga Rp 306,69 Triliun. Anggaran transfer ke Daerah (TKD) pun dipangkas sebesar Rp 5O,5 Triliun.
"Jadi harapan saya dengan model begini, maka ada penghematan listrik, penghematan apapun yang ada di perkantoran, termasuk (pengeluaran) ATK yang sudah kita jalankan sejak 2024," tutur Eri, Sabtu (15/2).
Seraya mendorong ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memanfaatkan teknologi digital, Eri mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari BKN terkait penerapan WFA.
"Kita akan menguatkan surat edaran yang dari BKN, tapi kita masih koordinasi dulu dengan bagian kepegawaian kita, karena kita ini sudah nggak kerja banyak di kantor, lebih banyak di luar (kantor)," imbuhnya.
Kendati demikian, penerapan kebijakan WFA ini tidak bisa diterapkan di seluruh sektor. Menurut Eri, ada beberapa bidang yang mewajibkan ASN untuk bekerja di kantor (WHO), seperti instansi pendidikan, puskesmas, hingga rumah sakit.
"Jadi gini, ada pelayanan yang orang langsung datang, ada yang tidak. Perizinan adminduk (administrasi kependudukan), dia bisa dilakukan melalui aplikasi, tetapi seperti puskesmas, nggak bisa," ucap Eri.
Sementara di puskesmas apalagi rumah sakit, pelayanan kesehatan bisa berjalan selama 7 x 24 jam alias non stop. Oleh karena itu, akan sulit apabila ASN tenaga kesehatan diterapkan skema WFA.
"Karena dokter harus tetap (standby) menangani (pasien di) rumah sakit. Sekolah jug nggak bisa (diterapkan WFA), karena ada murid yang masuk, berarti kan guru-guru harus masuk mengajar," tandas Eri.
Sebelumnya, BKN menerapkan kebijakan efisiensi anggaran dengan memperbolehkan ASN di lingkungannya untuk berkantor hanya tiga hari dalam sepekan. Dua hari sisanya, dapat dilakukan dengan skema WFA.
“Pemberlakuan skema kerja efisien, seperti WFA selama dua hari dan bekerja di kantor selama tiga hari, menjadi salah satu langkah strategis yang kami terapkan,” ujar Kepala BKN, Zudan Arif dalam keterangannya, Kamis (6/2) lalu. (*)