Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Februari 2025 | 13.21 WIB

Tak Perlu Khawatir! Program Cek Kesehatan Gratis di Surabaya Tak Ganggu Layanan Puskesmas

Program Cek Kesehatan Gratis sudah berjalan di Surabaya sejak Senin (10/2). (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Program Cek Kesehatan Gratis sudah berjalan di Surabaya sejak Senin (10/2). (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis, tidak akan mengganggu layanan utama puskesmas dan fasyankes rujukan di Kota Pahlawan. Warga yang berulang tahun sudah terdata dan puskesmas bisa memperkirakan berapa warga yang datang. Terlebih, warga diberi waktu hingga 30 hari setelah ulang tahun untuk melakukan CKG.

 ”Ini akan menyebar di setiap puskesmas dan tidak akan mengganggu layanan dan rujukan. Kami juga sudah punya data (kelahiran warga) sehingga bisa diperkirakan yang datang berapa,” tutur Eri.

Eri juga memastikan bahwa seluruh puskesmas yang ada di Kota Surabaya siap melayani pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi warga yang berulang tahun dan ingin melakukan CKG bisa mendaftar melalui aplikasi Satusehat Mobile. Selain itu, warga Surabaya juga bisa mendaftar CGK langsung di puskesmas terdekat.

”Sebenarnya pendaftarannya mandiri lewat aplikasi. Cuma tidak semua warga care (bisa menggunakan teknologi),” imbuh Eri.

Melansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dinkes.surabaya.go.id, tercatat ada 63 puskesmas yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, ada juga 153 puskesmas pembantu yang tersebar di 31 kecamatan.

Fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu yang akan melayani pemeriksaan kesehatan gratis untuk 3,1 juta warga Surabaya. Meski begitu, Eri memprediksi tidak semua masyarakat akan memanfaatkan CKG.

”Tidak semuanya orang yang berulang tahun juga memeriksa dirinya, tidak semuanya (memanfaatkan CKG). Sehingga kita bisa mengantisipasi hal-hal itu (penumpukan pasien di Puskesmas),” terang Eri.

Menurut dia, sebagian masyarakat sudah melakukan pemeriksaan kesehatannya secara rutin. Eri memberikan contoh masyarakat mampu (kaya) yang rutin melakukan pemeriksaan laboratorium enam bulan sekali.

Lebih lanjut terkait anggaran, Eri menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis ditanggung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dikoordinir Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

”Ini semuanya ditanggung pemerintah pusat. Sampai dengan hari ini, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga menyampaikan, menggunakan dana pusat melalui kementerian. Ya sudah kita pakai itu dulu ya,” tandas Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore