
Program Cek Kesehatan Gratis sudah berjalan di Surabaya sejak Senin (10/2). (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis, tidak akan mengganggu layanan utama puskesmas dan fasyankes rujukan di Kota Pahlawan. Warga yang berulang tahun sudah terdata dan puskesmas bisa memperkirakan berapa warga yang datang. Terlebih, warga diberi waktu hingga 30 hari setelah ulang tahun untuk melakukan CKG.
”Ini akan menyebar di setiap puskesmas dan tidak akan mengganggu layanan dan rujukan. Kami juga sudah punya data (kelahiran warga) sehingga bisa diperkirakan yang datang berapa,” tutur Eri.
Eri juga memastikan bahwa seluruh puskesmas yang ada di Kota Surabaya siap melayani pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi warga yang berulang tahun dan ingin melakukan CKG bisa mendaftar melalui aplikasi Satusehat Mobile. Selain itu, warga Surabaya juga bisa mendaftar CGK langsung di puskesmas terdekat.
”Sebenarnya pendaftarannya mandiri lewat aplikasi. Cuma tidak semua warga care (bisa menggunakan teknologi),” imbuh Eri.
Melansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dinkes.surabaya.go.id, tercatat ada 63 puskesmas yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, ada juga 153 puskesmas pembantu yang tersebar di 31 kecamatan.
Fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu yang akan melayani pemeriksaan kesehatan gratis untuk 3,1 juta warga Surabaya. Meski begitu, Eri memprediksi tidak semua masyarakat akan memanfaatkan CKG.
”Tidak semuanya orang yang berulang tahun juga memeriksa dirinya, tidak semuanya (memanfaatkan CKG). Sehingga kita bisa mengantisipasi hal-hal itu (penumpukan pasien di Puskesmas),” terang Eri.
Menurut dia, sebagian masyarakat sudah melakukan pemeriksaan kesehatannya secara rutin. Eri memberikan contoh masyarakat mampu (kaya) yang rutin melakukan pemeriksaan laboratorium enam bulan sekali.
Lebih lanjut terkait anggaran, Eri menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis ditanggung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dikoordinir Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
”Ini semuanya ditanggung pemerintah pusat. Sampai dengan hari ini, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga menyampaikan, menggunakan dana pusat melalui kementerian. Ya sudah kita pakai itu dulu ya,” tandas Eri.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
