JawaPos.com – Sebuah kebakaran terjadi di rumah milik Stephanie Handojono di Jalan Sutorejo Timur V No. 4, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (21/1). Insiden ini diduga berawal dari kelalaian saat menggoreng yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Menurut laporan, kejadian ini pertama kali dilaporkan sekitar pukul 18.03 WIB. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya segera merespons dengan mengerahkan tiga unit pemadam dari Pos Mulyorejo, Pos Keputih, dan Pos Bulak.
Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 18.10 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat, dengan api pokok padam pada pukul 18.20 WIB, dan proses pembasahan dinyatakan selesai serta situasi kondusif pada pukul 18.53 WIB.
Petugas Pemadam Kebakaran di lokasi menjelaskan bahwa api berasal dari dapur dan merambat ke plafon rumah. “Ketika kami tiba, api sudah mencapai plafon. Untungnya, dengan koordinasi yang cepat, kami berhasil memadamkan api sebelum merambat lebih luas,” ujar salah satu petugas.
Adapun luas dapur yang terbakar diperkirakan sekitar 2,5 meter x 2 meter dari total luas bangunan 8 meter x 15 meter.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran terjadi saat proses memasak yang ditinggalkan untuk membersihkan selokan. Diduga, api dari penggorengan menyambar hingga memicu kebakaran. “Ini murni karena kelalaian. Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama saat memasak. Jangan meninggalkan dapur tanpa pengawasan,” tambah petugas.
Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini, namun petugas tetap mengingatkan pentingnya langkah antisipasi. Selain mematikan kompor saat tidak digunakan, warga juga dianjurkan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah untuk menangani insiden kecil sebelum api membesar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari, terutama yang melibatkan penggunaan api.