Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 23.59 WIB

Gara-gara Wapres Gibran Minta Zonasi Dihapus, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Bakal Ubah Skema PPDB yang Tidak Lagi Soal Jarak

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)

 
JawaPos.com - Terlepas dari pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang meminta sistem zonasi dihapus dalam PPDB, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya sudah memiliki rencana.
 
Hal itu dibeberkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Ia mengatakan bahwa Pemkot Surabaya telah menyiapkan dua skema untuk dikombinasikan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
 
Skema pertama, kuota zonasi dalam PPDB akan diturunkan oleh Pemkot Surabaya. Ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, baik itu SD Negeri, SMP Negeri, dan SMA Negeri.
 
 
“Zonasinya turun tapi masuknya dengan nilai, atau satunya tetap zonasi, tetapi (siswa) yang masuk itu tidak jejeran dengan rumah," tutur Eri kepada JawaPos.com, Kamis (5/12).
 
Artinya, calon peserta didik yang mendaftar lewat jalur zonasi, tidak hanya diseleksi berdasarkan jarak rumah ke sekolah saja, melainkan dari nilai yang diperoleh juga.
 
Eri bercerita bahwa zonasi PPDB juga sempat diresahkan PGRI Kota Surabaya. Pemkot Surabaya dan PGRI lantas bersepakat untuk mengurangi kuota zonasi, dari yang semula 50 persen menjadi 35 persen.
 
Dengan pengurangan kuota zonasi, Pemkot berharap praktek perubahan atau memindahkan KK besar-besaran agar dekat dengan sekolah tidak terjadi lagi di Kota Surabaya.
 
 
“Kita berharapnya sekolah itu tidak lagi diisi anak yang wis pokoknya dekat sama sekolah, pasti aku masuk, tidak. Nah itu yang ingin dihindari oleh PGRI," imbuhnya.
 
Kalaupun sistem zonasi tetap ditetapkan dalam PPDB, Eri mengimbau masyarakat untuk jujur. Jangan sampai memindah KK hanya karena ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri yang dituju.
 
"Jadi tetap ada persaingan nilai. Ini lah yang lagi dibahas, apakah dihapus zonanya, apakah zonasi tetap per kecamatan, atau per wilayah. Kita tunggu juknisnya dari pusat," tukas Eri Cahyadi.
 
Zonasi Minta Dihapus
 
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku telah memerintahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk menghapuskan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).
 
Hal itu disampaikan Wapres Gibran saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Tanwir I PP Pemuda Muhammadiyah di Aryaduta, Jakarta, Kamis (21/11/2024).
 
 
Mulanya, Gibran mengungkapkan bahwa kunci dari Indonesia Emas 2045 merupakan pendidikan. Untuk itu, saat menghadiri rapat koordinasi dengan para kepala dinas pendidikan, ia telah meminta Mendigdasmen untuk memperhatikan sistem zonasi yang berpolemik selama ini.
 
"Kalau kita bicara generasi emas, Indonesia 2045, ini kuncinya ada di pendidikan, kuncinya ini ada di anak-anak muda. Makanya kemarin pas rakor dengan para kepala dinas pendidikan, saya sampaikan secara tegas ke Pak Menteri Pendidikan, sistem zonasi harus dihilangkan," ujar Wapres Gibran. 
 
Gibran juga menyinggung soal pentingnya mengajari anak-anak tentang pelajaran pemrograman sejak kecil. Baik berupa coding, programming, hingga digital marketing. 
 
Dengan begitu, anak-anak Indonesia tidak akan tertinggal dari anak-anak negara lain.
 
 
"Penting mengajarkan anak-anak kita pelajaran coding dan belajar programming, belajar digital marketing, karena sekarang kita nggak boleh ketinggalan dari negara lain. Jadi jangan sampai ketinggalan," ujar Gibran.
 
Putra sulung Joko Widodo (Jokowi) ini menceritakan, saat ini pemerintah telah menerima pimpinan Nvidia yang akan berinvestasi di beberapa kota di Indonesia, salah satunya Solo. Dia berharap anak-anak muda Indonesia bisa mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan teknologi dunia itu.
 
"Kalau ada kesempatan seperti ini, seharusnya anak-anak muda bisa mengisi, jangan sampai pemerintahnya sudah mendorong tapi anak mudanya tidak mengisi, tapi saya yakin Muhammadiyah tidak sabar jadi bagian Indonesia Emas 2045," ucap Gibran.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore