
Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen Moto3 2026 setelah Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam balapan akibat pelanggaran teknis mesin. (Leopard Racing)
JawaPos.com — Pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, resmi didiskualifikasi dari enam seri awal Moto3 2026 setelah dua mesin yang digunakannya terbukti dibuka tanpa izin. Sanksi berat dari FIM MotoGP Stewards membuat Fernandez kehilangan 77 poin, turun drastis di klasemen, sekaligus membawa pembalap Indonesia Veda Ega Pratama naik ke posisi ketiga klasemen sementara.
Diskualifikasi tersebut diumumkan melalui laman resmi MotoGP setelah investigasi teknis menemukan pelanggaran regulasi terkait durabilitas dan penyegelan mesin.
Temuan itu menjadi salah satu kasus teknis terbesar yang mengguncang persaingan Moto3 musim ini.
Bagaimana Pelanggaran Pertama Adrian Fernandez Terungkap?
Kasus bermula setelah GP Prancis ketika pabrikan mesin melakukan prosedur standar pemeriksaan kelompok mesin pertama milik para pembalap yang telah mencapai batas masa pakainya.
Baca Juga:Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Dalam proses tersebut, ditemukan kejanggalan pada segel salah satu mesin Adrian Fernandez.
MotoGP menjelaskan kabel segel pada mesin tersebut tidak sesuai dengan prosedur penguncian standar yang berlaku.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Direktur Teknis dan pabrikan mesin, ditemukan fakta mesin tersebut telah dibuka tanpa otorisasi resmi.
Dalam pernyataan resminya, MotoGP menyebut, "Ditemukan bahwa mesin tersebut telah dibuka tanpa izin berdasarkan temuan Direktur Teknis dan laporan resmi dari pabrikan mesin."

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
