
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan debat publik kedua Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Surabaya pada Kamis malam, 21 November 2024. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan debat publik kedua Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Surabaya pada Kamis malam, 21 November 2024. Debat ini juga menjadi panggung terakhir bagi pasangan calon.
Berlokasi di Hotel Mercure Mirama, Darmo, KPU memilih "Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah” sebagai tema debat pamungkas Pilwali Surabaya.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Surabaya Soeprayitno mengatakan bahwa debat terbuka ini menjadi kesempatan bagi pasangan calon untuk memikat hati masyarakat Kota Pahlawan.
Sekaligus ujian bagi pasangan calon untuk memaparkan visi misi, program kerja yang konkret dan realistis, dalam rangka memajukan Kota Surabaya ke arah yang lebih baik.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa debat ini bukan sekadar formalitas, tetapi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui lebih jauh tentang calon pemimpin," ujar Soeprayitno.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengkaji program yang dipaparkan pasangan calon. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum menyalurkan hak suaranya pada hari pencoblosan, Rabu, 27 November 2024.
"Kita semua berharap agar setiap pasangan calon dapat menyampaikan gagasan mereka secara terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
Tak lupa, pria yang akrab disapa Nano itu juga mengajak masyarakat Surabaya untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Yakni dengan tetap menyalurkan hak pilih.
"Mari kita jaga bersama keharmonisan dan kedamaian di tengah perbedaan, karena bagaimanapun kita bagian dari keluarga besar masyarakat Surabaya," tukas Nano.
Sebelumnya, Pemilihan Wali Kota Surabaya 2024 sudah dipastikan hanya diikuti pasangan calon tunggal. Mereka adalah Eri Cahyadi-Armuji. Sebab, seluruh partai politik memutuskan untuk kompak mengusung petahana.
Eri-Armuji berhasil memborong surat rekomendasi dari 18 partai politik. Terdiri dari 10 parpol parlemen dan 8 parpol non parlemen. Mau tak mau benda abstrak bernama kotak kosong lah yang menjadi lawan politik mereka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
