
ILUSTRASI. (AI/AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Sampai saat ini, Jatanras Polda Jawa Timur telah mengamankan sekitar 10 pelaku dari dua kelompok pembajak truk modus baru. Enam di antaranya diketahui sedang menjalani masa hukuman di dalam dua lapas di Jatim.
Proses pemeriksaan dipastikan akan tetap berjalan bagi mereka. Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur pun berharap ada koordinasi dari instansi terkait mengingat ada kelompok lain yang menjalankan modus serupa. "Kalau untuk bagaimana pelaku bisa mengakses internet atau ponsel, itu bukan ranah kami,” ujarnya.
Secara terperinci mengenai peran, lanjut Jumhur, pelaku yang lebih ahli bertugas mencari sasaran dari grup media sosial. Apabila sudah sesuai kriteria, akan diserahkan ke rekan lainnya untuk menghubungi sopir tersebut. Beberapa kriteria itu mengacu jenis barang harus mudah dijual serta ada jaringan pelaku di rute muatan itu.
"Kalau dirasa sudah sesuai kriteria, pelaku lainnya akan menghubungi sopir,” ucap mantan Kapolsek Bintan Utara itu.
Ada pula pelaku yang berperan mengoordinasi eksekutor di lapangan. Apabila muatan sudah berhasil terjual, pelaku memberikan upah bagi eksekutor melalui transfer bank setelah pekerjaan dilakukan.
Jumhur mengungkapkan, eksekutor itu bisa berasal dari sesama narapidana yang mereka kenal. "Jadi, yang di dalam lapas tinggal menghubungi, mau pekerjaan tidak? Nanti diarahkan untuk bantu bongkar muat,” ucapnya.
Ada beberapa eksekutor yang mengaku betul-betul tak tahu sedang terlibat aksi kriminal. Para eksekutor itu beralibi mereka hanya diminta membantu dengan imbalan upah Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.
"Malah pernah kami temukan eksekutor yang hanya merupakan tetangga pelaku. Dia bilang disuruh cari forklift dan tempat untuk bongkar,” ungkapnya.
Para Sopir Tak Terlibat
Tapi, ada pula eksekutor yang berperan menjual muatan tersebut. Terkadang, sebagian eksekutor di lapangan memang sudah mengetahui itu adalah barang hasil pencurian angkutan truk. Apabila eksekutor terbukti memiliki peran besar, Polda Jatim tak segan memproses mereka.
Sedangkan rata-rata sopir memang tak terlibat dalam aksi itu. Memang ada beberapa yang ikut bermain, terutama jika muatannya rokok. Tapi, dengan modus lain yang lebih konvensional. Bukan modus baru lewat grup media sosial. (dho/c17/ttg)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
