Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2024 | 20.57 WIB

Tunda Bangun JLLT, Pemkot Surabaya Utamakan Pelebaran Raya Menganti Lidah Wetan dan SERR

Ilustrasi JLLT di Surabaya. (Istimewa) - Image

Ilustrasi JLLT di Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com – Pemkot Surabaya menunda pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) karena ada beberapa proyek strategis lain yang harus berjalan pada tahun depan. Di antaranya, melanjutkan pelebaran Jalan Raya Menganti Lidah Wetan dan pembangunan Surabaya Eastern Ring Road (SERR).

Kepala Bappedalitbang Surabaya Irvan Wahyudradjad mengatakan, tahun depan ada sejumlah proyek besar yang dinilai lebih urgen. Selain melanjutkan pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), ada pula lanjutan pelebaran Jalan Raya Menganti Lidah Wetan.

”Pekerjaan fisik JLLB dari simpang susun Romokalisari menuju ke Benowo. Kemudian, melanjutkan pelebaran Jalan Raya Menganti Lidah Wetan untuk mengantisipasi perkembangan Gresik,” paparnya.

Kawasan Gresik di sisi barat Surabaya memang berkembang cukup pesat.

Saat ini di wilayah itu, pengembang properti tengah membangun hunian modern. Pertumbuhan perumahan akan meningkatkan mobilisasi warga. Terlebih mayoritas warga yang tinggal di sana bekerja di Surabaya. ”Dibutuhkan akses yang lebar agar tidak macet,” paparnya.

Utamakan Bangun SERR

Selain JLLT, pemkot juga berencana membangun Surabaya Eastern Ring Road (SERR). Akses itu menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak menuju Bandara Internasional Juanda. Diperkirakan pengerjaan SERR bakal lebih cepat karena pemkot dibantu pemerintah pusat. ”SERR akan dikonsep sebagai jalan tol. Sedangkan JLLT jalan non-tol,” kata Irvan.

Untuk SERR, kata Irvan, pihaknya sudah memasukkannya dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pengerjaannya diperkirakan menelan anggaran sampai Rp 6,7 triliun. Proyek itu akan digarap dengan mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Pembebasan Lahan JLLT Jadi Beban Pemkot

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengungkapkan, pembangunan JLLT membutuhkan dana besar untuk membebaskan lahan. Itu memberatkan pemkot. Namun, dia berharap pemkot tetap mengalokasikan dana pembelian lahan setiap tahun.

Setelah lahan siap, kata Eri, pembangunan JLLT bisa dilakukan dengan sistem KPBU. Eri mengatakan, skema itu sangat memungkinkan. ”Di beberapa daerah lain, KPBU untuk infrastruktur daerah bisa dijalankan. Nanti tinggal Pemkot Surabaya menyepakati sistem pembayaran dengan KPBU seperti apa,” katanya.

Respons Pengembang Meski pembangunannya tertunda, developer perumahan yang memiliki lahan di kawasan JLLT tetap menambah unitnya. Koordinator Penjualan Amesta Living Meliani Bintara menuturkan, penundaan pembangunan JLLT tidak berdampak signifikan pada pengembangan hunian di kawasan itu.

”Kami yakin, setiap developer punya banyak plan untuk terus berkembang dan kami juga turut serta membuka akses-akses lain,” jelasnya. Menurut dia, sejak tahap awal pada 2021, sudah terjual 300-an unit. (gal/zam/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore