
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko. (Indra Setiawan/Antara)
JawaPos.com–Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mendorong KPU terus menyosialisasikan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dia menilai sosialisasi kurang maksimal hingga ke tingkat bawah menyusul pelaksanaan pilkada kurang 1 bulan.
”Kami melihat sosialisasi Pilkada di Kota Surabaya masih kurang maksimal karena banyak yang kurang paham terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah,” kata Yona Bagus Widyatmoko seperti dilansir dari Antara di Surabaya.
Dia mengatakan, tugas Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPK dan PPS) kurang maksimal. Sebab, masih belum melakukan sosialisasi hingga ke tingkat bawah.
”Ini fakta nyata, silakan cek ke bawah, PPK dan PPS sama sekali belum mendapatkan arahan sosialisasi dan edukasi,” ujar Yona Bagus Widyatmoko.
Dia menyebut, DPRD sangat mengamini KPU Surabaya yang menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77 persen dengan waktu kampanye yang kurang satu bulan. Namun KPU harus mengaktifkan PPK dan PPS yang merupakan bagian dari warga setempat.
”Tantangan berikutnya yaitu jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang menyusut. Artinya jika dulu satu TPS hanya melayani 300 orang pemilih kini bertambah dua kali lipat menjadi 600 orang,” tandas Yona Bagus Widyatmoko.
Dia mendorong kepada KPU memasifkan PPK PPS supaya mereka masuk ke masyarakat. Seperti RT/RW dan juga melakukan pertemuan dasawisma dan arisan bapak-bapak.
”Setiap bulan pertemuan rutin RT dan RW, ada pula kegiatan kerja bakti yang saat ini gencar dilakukan menjelang musim hujan,” ucap Yona Bagus Widyatmoko.
Dia menambahkan, saat ini alat peraga kampanye juga sudah didistribusikan untuk membuat stimulus supaya masyarakat mau datang ke TPS menyalurkan hak pilih. Namun, KPU harus membuat rangsangan lagi bukan hanya siapa yang datang ke TPS mendapatkan konsumsi.
”Itu kalau warga kampung akan datang, tapi kalau warga perumahan bisa abai. Ketika masyarakat abai mungkin pasangan calon hanya konkret satu dan akhirnya berasumsi paling ya itu,” ucap Yona Bagus Widyatmoko.
Dia menambahkan, bukan perkara Pilkada di Kota Surabaya ini hanya diikuti satu pasangan calon, tetapi bagaimana anggaran pelaksanaan pilkada Rp 170 miliar itu bisa sesuai harapan. Jangan sampai mengulang karena itu anggaran yang besar.
”Pilkada momen menarik warga datang menarik, bagaimana ini terus didengungkan oleh warga pedukuhan dan perumahan. KPU berikan atensi karakter Surabaya unik, apa lihat masyarakat perumahan datang di TPS,” ujar Yona Bagus Widyatmoko.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022