Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Agustus 2024 | 19.43 WIB

Terkuak Kalimat Terakhir Kakak Dibunuh Adik Kandung di Surabaya, Bikin Dada Sesak?

Pelaku pembunuhan terhadap kakak kandungnya ditangkap Polrestabes Surabaya. (Istimewa) - Image

Pelaku pembunuhan terhadap kakak kandungnya ditangkap Polrestabes Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com–Perempuan di Surabaya bernama Sandra harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Penyebab kematiannya sempat tersamarkan. Kali pertama ditemukan pada Juli, Sandra diduga tewas karena bunuh diri di kediamannya di kawasan Darmo, Surabaya barat.

Namun, polisi menemukan fakta lain. Gelar perkara mengerucutkan satu kesimpulan. Sandra tewas dibunuh bukan bunuh diri. Pelakunya adalah adik kandung Sandra sendiri. Yakni, Putri Anastasya.

Plt Satreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Teguh Setiawan mengatakan, Sandra dihabisi nyawanya oleh Putri pada 29 Juli. Putri bertamu ke rumah Sandra pada 28 Juli malam.

”Sandra tak membukakan pintu untuk Putri. Sandra dan Putri terlibat cekcok pada 29 Juli pagi,” tutur Teguh.

Pengakuan tersangka kepada polisi, lanjut Teguh, korban mengucapkan kalimat bunuh saja aku. Mendengar kalimat itu, pelaku pun semakin terbakar emosinya.

”Pelaku terpancing yang sebelumnya terjadi cekcok keduanya itu. Korban didorong ke tembok dengan dicekik. Lalu kepala korban dibenturkan ke tembok,” ungkap Teguh di Mapolrestabes Surabaya.

Sebelumnya, Putri Natasya tega menghabisi nyawa kakak kandungnya sendiri, Sandra, di Surabaya. Putri Natasya terpaksa mengenakan rompi oranye di usianya yang masih 25 tahun setelah dicokok Satreskrim Polrestabes Surabaya. dia diduga membunuh Sandra di Darmo Permai, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Plt Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Teguh Setiawan membeberkan kronologis bagaimana Putri Natasya mengakhiri hidup kakak kandungnya sendiri itu pada 28 Juli 2024.

Pelaku ke rumah korban di kawasan Darmo Surabaya barat pada 28 Juli. Pelaku menggunakan ojek online menuju rumah korban. Sesampainya di rumah korban, pelaku mengetuk rumah tapi tak ada sahutan. Pelaku menunggu hingga pagi.

Pada 29 Juli, kakaknya membuka pintu dan kaget pelaku masih ada di depan rumah. Pelaku terlibat cekcok dengan kakaknya.

Korban sempat mengambil pisau di dapur diduga akan menikam pelaku. Sayangnya, pisau tersebut terjatuh. Pelaku lalu memiting dan menarik tangan korban ke depan. Korban pun tak bisa berkutik dan terbentur tembok. Pelaku juga menindih korban hingga beberapa menit.

”Tersangka sempat menunggu 10 menit menyadari tidak ada respons, pelaku mengangkat tubuh korban lalu mengikat leher korban pakai kabel USB untuk mengelabui jika korban tewas gantung diri,” ucap Kompol Teguh di Surabaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore