Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 16.57 WIB

Bisnis Minuman Kekinian di Surabaya Dinilai Tumbuh Positif

Sales Marketing Manager Tea Break Indonesia Bagus Anggito M. (Istimewa) - Image

Sales Marketing Manager Tea Break Indonesia Bagus Anggito M. (Istimewa)

JawaPos.com–Saat pandemi, dine in culture lenyap. Karena ada pemberlakuan tidak boleh makan di tempat. Sektor bisnis kuliner pun tak memiliki pilihan.

Kini tren dine in culture itu pun berangsur-angsur terlupakan. Hal itu diakui Bagus Anggito M, Sales Marketing Manager Tea Break Indonesia.

”Kini orang-orang termasuk di Surabaya sebagai kota metropolis juga lebih senang berkumpul di tempat-tempat publik,” kata Bagus Anggito saat peluncuran Tea Break Cycling di Surabaya.

Karena itu, lanjut dia, tidak sedikit pelaku industri kuliner berupaya untuk mendekatkan produk ke pasar. Saat ini, kondisi market untuk industri kuliner di Surabaya masih tumbuh positif.

Revenue di Tea Break misalnya. Average per hari ada 300 cup. Lewat Tea Break Cycling, kami berharap ada pertumbuhan 100 persen,” papar Bagus Anggito.

Data BPS Jawa Timur pada 2020, Jawa Timur menempati posisi ke-3 dengan total 821 usaha kuliner. Diikuti Banten di posisi ke-4 dengan 539 usaha dan Riau di posisi ke-5 dengan 475 usaha kuliner yang berada di daerahnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore