Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 15.39 WIB

Pemkot Surabaya Catat Angka Perkawinan Anak Tahun Ini Turun

Ilustrasi Balai Kota Surabaya. (Diskominfo Surabaya/Antara) - Image

Ilustrasi Balai Kota Surabaya. (Diskominfo Surabaya/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat jumlah perkawinan anak pada periode Januari sampai Juli turun 130 kasus dari angka pada tahun lalu.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Thussy Apriliyandari mengatakan, berdasar data dari pengadilan agama (PA) pada 2024, perkawinan anak sebanyak 68 kasus.

”Data versi pengadilan agama untuk perkawinan usia anak pada 2023 ada 198 kejadian, kemudian 2024 turun menjadi 68 anak,” kata Thussy Apriliyandari seperti dilansir dari Antara.

Thussy menjelaskan, faktor yang menyebabkan turunnya angka pernikahan pada anak adalah penguatan kerja sama antara pemkot dan Pengadilan Agama Kota Surabaya pada 2023. Lebih lanjut, di dalam MoU itu mencantumkan kewajiban seorang ayah memberikan nafkah kepada anaknya. Aturan itu tetap berlaku meskipun sudah bercerai.

”Komitmen kami bersama, yakni untuk terus menekan angka kejadian perkawinan anak,” ucap Thussy Apriliyandari.

DP3APPKB, kata dia, juga rutin melakukan sosialisasi ke kelurahan yang menghadirkan lima anak sebagai agen perubahan. Nanti anak-anak tersebut akan melakukan penyuluhan terkait dampak jangka panjang kenakalan remaja yang bisa memicu pernikahan pada anak.

”Kami juga menggandeng PKK,” ujar Thussy Apriliyandari.

DP3APPKB Surabaya juga kembali melakukan sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Pencegahan Perkawinan pada Usia Anak. Sosialisasi itu merupakan keberlanjutan agenda serupa yang dikemas di dalam training of trainer (ToT), pada Jumat (12/7).

Sosialisasi dalam rangkaian menyambut Puncak Hari Anak Nasional di Kota Surabaya itu diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terkait langkah pencegahan pernikahan yang terjadi pada anak.

”Dari sisi pencegahan, kami ingin menekan angka ini terus,” tutur Thussy Apriliyandari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore