
Ilustrasi Balai Kota Surabaya. (Diskominfo Surabaya/Antara)
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat jumlah perkawinan anak pada periode Januari sampai Juli turun 130 kasus dari angka pada tahun lalu.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Thussy Apriliyandari mengatakan, berdasar data dari pengadilan agama (PA) pada 2024, perkawinan anak sebanyak 68 kasus.
”Data versi pengadilan agama untuk perkawinan usia anak pada 2023 ada 198 kejadian, kemudian 2024 turun menjadi 68 anak,” kata Thussy Apriliyandari seperti dilansir dari Antara.
Thussy menjelaskan, faktor yang menyebabkan turunnya angka pernikahan pada anak adalah penguatan kerja sama antara pemkot dan Pengadilan Agama Kota Surabaya pada 2023. Lebih lanjut, di dalam MoU itu mencantumkan kewajiban seorang ayah memberikan nafkah kepada anaknya. Aturan itu tetap berlaku meskipun sudah bercerai.
”Komitmen kami bersama, yakni untuk terus menekan angka kejadian perkawinan anak,” ucap Thussy Apriliyandari.
DP3APPKB, kata dia, juga rutin melakukan sosialisasi ke kelurahan yang menghadirkan lima anak sebagai agen perubahan. Nanti anak-anak tersebut akan melakukan penyuluhan terkait dampak jangka panjang kenakalan remaja yang bisa memicu pernikahan pada anak.
”Kami juga menggandeng PKK,” ujar Thussy Apriliyandari.
DP3APPKB Surabaya juga kembali melakukan sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Pencegahan Perkawinan pada Usia Anak. Sosialisasi itu merupakan keberlanjutan agenda serupa yang dikemas di dalam training of trainer (ToT), pada Jumat (12/7).
Sosialisasi dalam rangkaian menyambut Puncak Hari Anak Nasional di Kota Surabaya itu diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terkait langkah pencegahan pernikahan yang terjadi pada anak.
”Dari sisi pencegahan, kami ingin menekan angka ini terus,” tutur Thussy Apriliyandari.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
