Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 01.42 WIB

Cerita Aqiella Nadya Shafwah, Anak Anggota Polisi Korban Bom Gereja di Surabaya Lolos Rekrutmen Polri

Aqiella Nadya Shafwah dinyatakan lulus jadi calon siswa Sepolwan Lemdiklat Polri. (Mabes Polri) - Image

Aqiella Nadya Shafwah dinyatakan lulus jadi calon siswa Sepolwan Lemdiklat Polri. (Mabes Polri)

JawaPos.com–Masih ingat insiden bom di Surabaya pada 2018? Insiden itu memakan korban. Salah satu anggota Polri yang bertugas di Surabaya. Yakni, Ipda Ahmad Nurhadi.

Kini, kabar bahagia mencuat dari Aqiella Nadya Shafwah. Aqiella adalah putri dari Ipda Ahmad sekaligus calon siswa Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan (Sepolwan Lemdiklat) Polri.

Aqiella menangis saat diumumkan lolos seleksi rekrutmen Bintara Polri Tahun Anggaran 2024. Dia memeluk sang ayah, Ipda Ahmad Nurhadi anggota polisi korban peristiwa Bom Surabaya 2018, yang hadir di sidang akhir pengumuman seleksi Bintara Polda Jawa Timur (Jatim).

Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri lewat Biro SDM Polda Jatim mengikutsertakan Aqiella dalam seleksi Bintara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Ipda Ahmad Nurhadi. Akibat insiden bom 2018 di Surabaya, Ipda Ahmad Nurhadi mengalami kebutaan dan luka berat di kaki kiri akibat bom yang meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada 6 tahun silam di Surabaya.

”Bapak korban bom 2018, saat itu saya masih SMP. Dari situ saya bangga dengan bapak, bahwa bapak dalam pengabdiannya menjaga misa gereja, menjaga jemaat gereja hingga mengorbankan diri bapak. Saya seperti ingin menjadi seperti bapak saya, pahlawan. Saya ingin menjadi seperti ingin seperti menjadi bapak saya, ingin meneruskan perjuangan bapak saya,” kata siswi tamatan SMAN 16 Surabaya itu.

Aqiella mengenang peristiwa Bom Surabaya 2018 yang merenggut penglihatan ayahnya itu. Dia menceritakan singkat peristiwa mengerikan yang menimpa ayahnya.

”Yang masih terngiang-ngiang di hari itu ketika bapak lagi dinas, pamit dinas bilangnya jaga gereja seperti biasa itu hari Minggu, ya bapak berangkat tugas seperti biasa. Bapak jaga gereja bersama rekan satunya Om Junaidi. Posisinya bapak itu ada di depan, di samping pos satpam. Tiba-tiba saat bergantian misa jemaat gereja itu, ada motor yang nyelonong gitu masuk, ternyata mereka pelaku bom bunuh diri, teroris yang membawa dua bom, jadi satu motor membawa dua bom. Terus ketika meledak, bapak saya terjatuh,” cerita Aqiella.

Aqiella mengungkapkan, saat itu, dia mendapatkan kabar mengerikan tersebut dari rekan ayahnya. Dia hanya bisa menguatkan ibunya dan berharap sang ayah diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

”Tiba-tiba saya dapat kabar dari rekannya bapak saya, Wah ini gereja yang dijaga sama Bapak terkena bom. Langsung saya kaget, saya lemas, kenapa kok harus bapak saya yang kena ya Allah. Saya nangis, saya saling menguatkan mama untuk, Nggak apa-apa Ma, insya Allah, Bapak masih diberi kesempatan lagi sama Tuhan,” kenang Aqiella.

Tak hanya mengalami kebutaan, Ipda Ahmad Nurhadi juga mengalami luka berat di bagian kaki kiri, tulang kakinya hancur dan luka bakar 40 persen di bagian kiri tubuh.

”Bapak tidak bisa melihat apa-apa, lalu sekujur tubuhnya panas. Jadi bapak saya kehilangan penglihatannya, terus tulang kakinya hancur, hancur 12 senti tulang pergelangan yang sebelah kiri. Yang paling parah anggota tubuh sebelah kiri itu kena luka bakar 40 persen,” ungkap Aqiella.

Masih ingat insiden bom di Surabaya pada 2018? Insiden itu memakan korban. Salah satu anggota Polri yang bertugas di Surabaya. Yakni, Ipda Ahmad Nurhadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore