
Salah satu penampilan pentas Kita Cinta Lagu Anak (KILA) di Balai Budaya Alun-Alun Surabaya, Kamis (6/4).
JawaPos.com–Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Kemendikbudristek) wacanakan cinta lagu anak menjadi gerakan nasional.
Salah satunya berangkat dari sosialisasi lagu anak lewat pentas seni yang digelar keliling di setiap kota. Pentas Kita Cinta Lagu Anak (KILA) itu digelar di Balai Budaya Alun-Alun Surabaya, Kamis (6/4).
Kepala Subdirektorat Seni Pertunjukan Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Edi Irawan mengatakan, upaya itu memperkuat keberadaan lagu anak Indonesia. Pihaknya prihatin karena lagu-lagu remaja dan dewasa justru menjajah anak-anak.
”Jadi kajian kita, selama 20 tahun terakhir, kita kekurangan lagu anak yang sesuai tumbuh kembang anak-anak. Bahkan kita disuguhi anak-anak kecil nyanyi lagu orang tua yang tidak sesuai psikis mereka,” kata Edi, Kamis (6/4).
Pada tahun keempat, KILA sudah memproduksi 16 lagu anak yang dikemas dengan aransemen masa kini. Hal itu agar bisa menarik kesukaan anak.
”Ternyata tidak cuma lagunya anak yang tidak ada. Tapi pencipta lagunya juga minim. Ibu Sud dan lainnya sudah tidak ada. Ditambah lagi, semakin surut idola-idola cilik. Jadi kegiatan KILA yang paling inti adalah lomba cipta lagu, menyanyi, aransemen,” tambah Edi.
Edi berharap, melalui pesan yang terkandung dalam lirik lagu-lagu anak bisa memupuk kepribadian anak.
”Lagu-lagu itu, pesannya tentang guru, persahabatan, lingkungan, dan orang tua. Salah satu target kita agar anak-anak ikut lomba menyanyi tahun ini,” jelas Edi Irawan.
Edi meminta agar pemerintah kabupaten dan kota sebagai penanggung jawab sekolah tingkat PG dan SD untuk membiasakan pemutaran lagu anak ke para siswanya.
Puluhan anak PG hingga SD se-Surabaya turut memeriahkan dalam pentas lagu anak di Balai Budaya, Kamis (6/4). Pentas itu disaksikan ratusan anak-anak yang turut semarak menyanyi dan menari di atas panggung di ujung acara.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
