
UJI PRODUK: Petugas BBPOM Surabaya sedang melakukan uji sampling produk makanan dan minuman di Giant Hypermart, Senin (28/5).
JawaPos.com–Dinas Kesehatan Surabaya terus memasifkan edukasi kepada masyarakat agar melakukan Cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, cek kedaluwarsa).
Cek KLIK merupakan salah satu cara yang dilakukan masyarakat supaya terhindar dari makanan yang berbahaya atau makanan yang tidak memenuhi syarat.
”Dari upaya-upaya tersebut diharapkan pangan yang beredar di Kota Surabaya lebih berkualitas dan kesehatan masyarakat lebih terjaga,” terang Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Surabaya Rustyawati menyatakan, pengambilan sampel makanan kemarin sore di Kya-kya yang dilakukan bersama Dinkes Kota Surabaya hasilnya belum final. Hasil uji cepat pengambilan 30 sampel tersebut, satu yang suspek diduga mengandung boraks.
”Saat ini masih kami teruskan ke laboratorium karena kan itu sampel basah, sehingga harus dikeringkan dulu, dibakar, jadi belum final, dan uji ulang di laboratorium,” terang Rustyawati.
Apabila hasil dari sampel tersebut positif mengandung boraks, BBPOM akan menelusuri produk kemasan dari produsen yang digunakan pedagang untuk diperiksa lebih lanjut.
”Misalkan, itu produk jadi atau kemasan, nanti kita lihat pabriknya di mana, itu kita lihat dan telusuri lebih lanjut. Kalau produknya berasal dari pabrik luar kota Surabaya, akan kami periksa pabriknya,” jelas Rustyawati.
Rustyawati menyampaikan, dalam mengawasi pangan bukan hanya tugas BBPOM, pihaknya meminta kepada Pemkot Surabaya turut memberikan edukasi kepada pedagang dan UMKM. Mereka diminta lebih teliti dalam memilih produk kemasan atau bahan baku yang digunakan untuk sajian kuliner.
”Kemarin sudah saya sampaikan hasilnya masih suspek, bahkan kami sampaikan kepada pedagang langsung untuk tidak menggunakan produk yang mengandung bahan-bahan tersebut,” tutur Rustyawati.
Rustyawati menambahkan, ketidaktahuan pedagang yang menggunakan bahan baku mengandung boraks akan didampingi BBPOM dan Pemkot Surabaya. Agar makanan yang dikonsumsi masyarakat aman.
Secara keseluruhan, menurut dia, kuliner UMKM di Kya-kya aman untuk dikonsumsi masyarakat.
”Kemarin sudah saya bilang ke Bu Kadinkes, secara keseluruhan itu (kuliner di Kya-kya) aman, bahkan lebih bagus daripada sentra kuliner lain. Bukan berarti aman semua, tentu yang namanya makanan siap saji pasti ada bahan seperti itu, tapi kecil,” ungkap Rustyawati.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
