
Revitalisasi kota lama Surabaya masih berlangsung agar segera menjadi kawasan wisata yang ikonik di kota Pahlawan./Pemkot Surabaya
JawaPos.com - Pengerjaan revitalisasi kota lama Surabaya di ruas Jalan Rajawali sudah hampir rampung. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana untuk melaunching destinasi wisata baru ini pada pertengahan bulan Juni mendatang.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengungkapkan, saat ini progres revitalisasinya sudah mencapai 95 persen.
Revitalisasi ini secara keseluruhan untuk area kota lama segmen Eropa dan Pecinan di Kya-Kya. "Kami target minggu ini sudah harus selesai finishingnya, rencana launching tanggal 15 Juni," kata Syamsul seperti dikutip Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Kamis (6/6).
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya Adi Gunita menambahkan saat ini titik-titik strategis memang tengah dilakukan pengerjaan finishing.
Pengerjaan ini sudah hampir rampung dengan persentase perampungan di angka 95 persen. "Untuk area pedestrian di taman sejarah dan Plasa Garuda. Semuanya sudah hampir rampung," ucap Adi.
Dia melanjutkan, saat ini sejumlah sarana prasarana penunjang juga sudah terpasang di area pedestrian itu.
Sebutlah seperti papan nama jalan, replika mobil AWS Mallaby, pot bunga dan lain sebagainya. Proses pengerjaan paling lama menurut dia ada pada saat penataan utilitas udara (kabel).
"Iya karena itu kan kita masukkan ke dalam tanah di u deker. Tapi saat ini sudah 95 persen pengerjaan rampung," ujarnya.
Terkait pedestrian di area Pecinan Kya-Kya, Adi menyebut juga progresnya hampir sama di atas 90 persen sudah selesai. Oleh karena itu, dia optimistis minggu ini bakal tuntas.
Sehingga, pada tanggal 15 Juni nanti, Kota Lama Surabaya ini sudah bisa dilaunching oleh pemerintah kota.
"Tahun depan, nanti untuk utilitas udara (kabel) juga akan dimasukkan ke u deker. Di sana tidak sebanyak di Jalan Rajawali, jadi penataannya bisa lebih cepat," ungkapnya.
"Selain itu dari Disbudporapar juga akan melakukan sosialisasi pada pemilik-pemilik persil di sana untuk diberi ornamen tulisan cina sehingga lebih menguatkan kesan kawasan pecinan," pungkasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
