
Potongan Layar Nimas di Close The Door.
JawaPos.com–Nimas, korban penguntit asal Surabaya akhirnya buka suara. Nimas menceritakan bagaimana dirinya dikuntit oleh Adi selama 10 tahun di Podcast Youtube Deddy Corbuzier.
Nimas mengungkapkan, mengenal Adi pelaku penguntit saat keduanya duduk di bangku kelas 7 SMP di Surabaya. Keduanya satu kelas. Nimas menuturkan, saat itu, Adi duduk paling belakang.
”Saya ngelihat dia (Adi) kok jarang jajan, semua teman-teman satu kelas rata-rata jajan di kantin. Saya tanya ke Adi, kok nggak jajan. Ya nggak jajan katanya si Adi. Ya sudah saya berikan uang jajan Rp 5.000 ke Adi,” kenang Nimas di podcast Deddy Corbuzier Close The Door.
Nimas dan Adi pisah kelas saat keduanya naik kelas 8 dan 9 SMP di Surabaya. Selama satu kelas ketika kelas 7 SMP di Surabaya, Nimas menyebutkan dia dan Adi tak pernah saling berkomunikasi.
”Bahkan nyapa paling setahun sekali. Apalagi, saya kelas 8 dan 9 sudah berbeda kelas dengan si Adi ini,” ucap Nimas.
Dalam podcast tersebut, Nimas menyampaikan bahwa dirinya sudah mencoba berkali-kali menegaskan kepada Adi sebelum menyeret ke kasus hukum di Polda Jawa Timur di Surabaya. Dia telah meminta kepada Adi untuk berhenti mengganggu dan menguntitnya.
”Saya sudah bilang ke Adi, dikasih tahu baik-baik juga tidak bisa. Dikasih tahu cara manusia tidak bisa juga ya sudah,” tutur Nimas di Podcast Youtube Deddy Corbuzier.
Pada 2018, Nimas menyampaikan bahwa Adi pernah berdiri di depan rumahnya. Mulai pukul 01.00 hingga 04.00. Adi pergi ketika melihat tetangga-tetangga Nimas berangkat ke masjid.
”Saya sama orang rumah tahunya kalau Adi berdiri di depan rumah dari anak-anak yang nongkrong di sekitar. Anak-anak nongkrong bilang ke mama atau ke orang rumah, tadi ada orang berdiri lho,” jelas Nimas.
Kisah penguntitan oleh Adi kepada Nimas itu berlangsung selama 10 tahun. Diawali dengan Nimas yang memberikan uang Rp 5.000 kepada Adi saat keduanya masih duduk di bangku SMP di Surabaya.
Ternyata, pemberian uang Rp 5.000 itu dinilai lain oleh Adi. Nimas dinilai menyukai Adi. Adi pun terobesesi untuk mengejar Nimas. Sementara, Nimas merasa jika dirinya tak memiliki perasaan apapun kepada Adi.
Adi pun mulai meneror sejak 2014. Berbagai cara dilakukan Adi untuk menguntit. Mulai dari meneror melalui media sosial hingga mendatangi Nimas ke rumahnya di kawasan Surabaya dan Gresik.
Kasus penguntitan itu berakhir di Polda Jawa Timur. Nimas memutuskan untuk mengadu ke kepolisian setelah viral. Laporannya tercatat di Unit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Surabaya, pada Jumat (17/5) malam.
Sementara itu, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Charles Tampubolon mengatakan, telah menerima laporan korban inisial N. Polisi bergerak cepat menangani perkara tersebut.
”Malam tadi membuat laporan dan setelah itu langsung dimintai keterangan, dari hasil keterangan korban kami langsung lidik,” kata Charles.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
