
Waki Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan bantuan peralatan untuk KUB nelayan.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan bantuan peralatan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Kota Surabaya. Bantuan kali ini, berupa mesin perahu, paket perahu beserta mesin, dan gillnet.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya untuk KUB nelayan di Kecamatan Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo, dan Kecamatan Mulyorejo. Total bantuan yang diberikan 4 paket mesin perahu untuk KUB nelayan di wilayah Rungkut, 1 paket mesin perahu untuk KUB nelayan Gunung Anyar, 3 unit perahu beserta mesin untuk KUB nelayan Sukolilo, dan 4 unit gillnet untuk KUB nelayan Mulyorejo.
Bantuan-bantuan itu diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada para nelayan di lokasi kawasan KUB Nelayan Sumber Rejeki, Medokan Ayu Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, bantuan yang diberikan untuk nelayan di Surabaya tak sampai di sini saja. Ke depan ada intervensi lain untuk kesejahteraan para nelayan di Surabaya.
”Salah satu bantuan yang akan diberikan kepada nelayan di Surabaya adalah peralatan dan bahan untuk perbaikan perahu nelayan. Nanti dicek, perahunya yang belum menggunakan carbon fiber itu berapa. Kalau belum ada, nanti kita belikan bahan, biar nanti dipasang sendiri. Jadi nanti tak belikan fiber, resin, nanti panjenengan pasang sendiri, iku jenenge (itu namanya) gotong-royong,” kata Wali Kota Eri.
Selain itu, Wali Kota Eri mengungkapkan, pemkot juga akan bekerja sama dengan Pertamina membantu bahan bakar minyak (BBM) perahu nelayan. Itu untuk meringankan para nelayan di Kota Surabaya. Sebab, selama ini para nelayan hanya bisa mengandalkan BBM eceran dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp 12.000 ribu per liter. Padahal, jika dibeli di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) resmi Pertamina, pertalite itu di kisaran harga Rp10.000 ribu per liter.
”Alhamdulillah tadi baru saja menghubungi Pertamina. Jadi kan perahu ini terdiri dari dua (jenis BBM), ada yang solar ada yang pertalite. Nah, kalau yang solar kita sudah membuat pom bensin (SPBU), itu sudah kita dirikan. Setelah bicara lebih lanjut dengan Pertamina, alhamdulillah kita diperbolehkan untuk mendirikan lagi,” ungkap Wali Kota Eri.
Sembari menunggu pembangunan SPBU pertalite khusus nelayan, wali kota telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempersilakan para nelayan membeli bensin sementara di SPBU yang sudah ada menggunakan jeriken. Akan tetapi, pembelian bensin menggunakan jeriken itu harus dilengkapi dengan surat rekomendasi yang ditandatangani wali kota.
”Beliau menyampaikan boleh, belinya tetap pakai jeriken, tapi harus ada surat yang dikeluarkan wali kota, dengan tanda tangan wali kota. Sehingga nanti KUB ini butuh berapa liter, saya meminta kepada Kepala DKPP dan Asisten I untuk segera menindaklanjuti ke Pertamina,” jelas Eri.
Untuk sementara, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menerangkan, DKPP masih akan menentukan letak SPBU pertalite khusus nelayan tersebut. Sebelum menentukan titik lokasi, terlebih dahulu dia meminta DKPP untuk menentukan berapa jumlah KUB nelayan di Surabaya.
”Karena satu perahu itu rata-rata butuh 6 liter, pulang pergi. Kalau perahunya ada 1.000, misal masing-masing total selama sebulan butuh sekitar 180.000 liter, kita siapkan itu di beberapa titik,” terang Eri.
Tidak hanya bantuan berupa peralatan dan fasilitas nelayan, Cak Eri juga ingin membantu pengamanan di wilayah laut Kota Surabaya. Bantuan pengamanan itu diberikan setelah menerima keluhan dari nelayan, kalau di sekitar pesisir Surabaya ada nelayan dari luar kota yang menggunakan bom ikan atau bondet.
”Karena merusak ekosistem yang berada di bawah (laut), sehingga saya minta untuk didirikan menara pantau. Ketika ada perahu dari luar yang menggunakan bondet akan kita dekati. Kita juga nanti Satpol PP akan berkoordinasi dengan Polairud bagaimana nanti kerja sama, agar kalau ada perahu yang pakai bondet bisa diinggirno, dicekel (dipinggirkan, ditangkap),” tegas Eri.
Selain itu, Cak Eri juga menerima usul dari KUB nelayan untuk dibuatkan tempat pelelangan ikan (TPI) di sekitar pesisir Surabaya. Tujuannya, adalah agar hasil tangkapan ikan para nelayan bisa segera dijual secara langsung usai melaut.
”Seperti yang di Bulak kemarin juga meminta, kita akan bangunkan, saran ini benar, bagus itu. Jadi ini lah yang saya harapkan, sehingga pemkot men-support itu, kemudian dijadikan destinasi wisata, iku kan apik digandeng dengan mangrove,” ucap Eri.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
