Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Maret 2024 | 05.06 WIB

Tempat Bekas Pemotongan Daging Babi Disulap Wisata Religi Islam di Surabaya, Lokasinya Paling Utara

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

JawaPos.com–Jelang Ramadhan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan kado spesial untuk warga muslim di Kota Pahlawan. Eri menghadirkan satu tempat wisata religi Islam terbaru.

Uniknya, tempat tersebut dulu adalah bekas pemotongan babi. Ada yang bisa menebak? Yup, di bekas rumah potong hewan (RPH) Pegirian, Surabaya. RPH itu dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Surabaya PD RPH.

Lokasi bekas atau eks RPH babi itu diberi nama Serambi Ampel di Surabaya. Rencananya, kawasan Ampel itu tersambung dengan Kota Lama Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terus mengebut penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel dan Kota Lama. Penataan di dua kawasan wisata itu ditarget tuntas keseluruhan pada Mei.

Wali Kota Surabaya Eri mengatakan, setelah meresmikan Serambi Ampel, penataan di dua kawasan tersebut masih terus berlanjut sampai sekarang.

”Ini (penataan kawasan Ampel) masih tahap awal. Jadi, insya Allah kita selesaikan semuanya sampai berjalan pada Mei,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Dia memastikan, penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel dan Kota Lama, khususnya di area Jalan Panggung, tuntas bersamaan pada Mei. Dia ingin, setelah dilakukan penataan, seluruh fasilitas yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) di kawasan wisata religi Sunan Ampel bisa saling terkoneksi satu sama lain.

”Jadi nanti saling terkoneksi, nanti parkirnya di sini, semua tempat makan di sini (terminal bus dan Serambi Ampel), setelah itu, dia (pengunjung) masuk ke Ampel harus melewati penyeberangan ini. Nanti kita juga tata untuk yang masuk ke Ampel,” ujar Eri.

Selain itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga menyebutkan, Sentra Wisata Kuliner (SWK) Pegirian bakal diubah total. ”Jadi akan menunjukkan koneksitas dan bentuknya kawasan religi, tidak seperti yang saat ini,” sebut Eri.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan hal senada. Sampai saat ini, pemkot masih terus melakukan penataan di kawasan wisata religi Sunan Ampel. Salah satunya, melakukan penataan terhadap pedagang di area tersebut.

Dewi menerangkan, setelah Serambi Ampel diresmikan, Dinkopumdag Surabaya akan melanjutkan penataan pedagang di SWK Pegirian. Sebab, SWK tersebut akan digunakan sebagai tempat pedagang aksesori dan pernik-pernik khas Ampel.

”Itu juga sedang kita tata, biar nggak kelihatan rungsep gitu ya,” kata Dewi.

Dia berharap, ketika semua pedagang telah masuk ke tempat yang telah disediakan Pemkot Surabaya, tidak ada lagi pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di pinggir jalan.

”Kami harap bisa seperti itu (rapi), nanti kita bersihkan semuanya,” ucap Dewi Soeriyawati.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore