Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2023 | 03.04 WIB

Wali Kota Surabaya Sebut KBS Night Zoo Sudah Koordinasi dengan BKSDA

Pengunjung KBS di kandang yang berusia lebih dari satu abad. Dipta Wahyu/Jawa Pos - Image

Pengunjung KBS di kandang yang berusia lebih dari satu abad. Dipta Wahyu/Jawa Pos

JawaPos.com–Penolakan DPRD Surabaya terhadap program anyar Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Night Zoo direspons Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Ditemui setelah salat Jumat di kawasan Balai Kota, Eri sempat menarik napas panjang sebelum menjawab penolakan dari DPRD Surabaya itu.

”Makanya kalau nggak ngerti, tanya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sebab, KBS sudah berkoordinasi dengan BKSDA terkait Night Zoo ini,” kata Eri kepada para awak media.

Eri mengaku mendukung rencana KBS dengan Night Zoo. Selama tidak melanggar aturan dan mengganggu hewan.

”Kalau yang terbaik buat masyarakat dan tidak melanggar aturan, kenapa tidak? yang penting tak melanggar perikehewanan,” tambah Eri, Ketua IKA ITS itu.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menilai, Night Zoo justru lebih enak. Karena ketika pengunjung datang ke KBS malam hari tidak panas. Dia memastikan, jika BKSDA dengan KBS sudah punya kajian.

Terpisah, Humas PDTS KBS Mochammad Alvin Soviandy mengatakan, KBS hanya mengeluarkan hewan atau satwa jenis nokturnal atau binatang yang memang beraktivitas pada malam hari. Dengan begitu, jam tidur satwa tidak terganggu dan mengganggu satwa lain.

Satwa nokturnal itu di antaranya burung hantu, lipan, kiwi, kuskus, kungkang, kelelawar, rubah, hingga musang. Sebelumnya, rencana Night Zoo ditentang keras Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno.

Anas mengatakan, Night Zoo berpotensi mengganggu jam istirahat dari para satwa. Dia meminta agar Night Zoo tidak dilakukan. ”Ketika jam tidur satwa terganggu, dikhawatirkan satwa bisa stres. Lalu, takutnya bermuara ke kematian,” tutur Anas Karno.

Selain mengganggu jam tidur, politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, skema alur di KBS juga masih belum terarah. Misal, masuknya di pintu yang sama. Tapi, lanjut Anas, antar pengunjung belum tentu sama melihat satwa mana dulu. Karena pengunjung bisa lewat jalur mana saja.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore