
ANTISIPASI KENAIKAN DEBIT AIR: Petugas dinas sumber daya air dan bina marga melakukan pengerukan lumpur di boezem Morokrembangan, Sabtu (28/1). Pengerukan tersebut mengantisipasi peningkatan debit air selama musim hujan agar tdak meluap ke jalan. (Ahmad K
JawaPos.com – Pada musim hujan, genangan kerap merendam sejumlah jalan protokol dan permukiman penduduk. Salah satunya di Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan. Tepatnya di Jalan Krembangan Barat, Jalan Krembangan Makam, dan Jagaraga.
Sudah puluhan tahun tiga lokasi tersebut menjadi langganan banjir. Ketinggian air sekitar 30 sentimeter hingga selutut orang dewasa. Oleh sebab itu, penyelesaian banjir saat ini berfokus di wilayah Surabaya Utara.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Krembangan Selatan Suwardi menyatakan, kurangnya tempat penampungan air menjadi salah satu penyebab banjir.
’’Seluruh air mengalir ke Sungai Indrapura dan dibuang ke Rumah Pompa Pesapen. Diameter kecil serta ketinggian Sungai Indrapura sudah rata dengan jalan hingga membuat debit air tak bisa tertampung dan meluap,’’ katanya Sabtu (28/1).
Luapan tersebut menimbulkan genangan dan banjir. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk surut. Guna menyelesaikan persoalan itu, para pihak kemarin melakukan survei lapangan. Petugas dari Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bima Marga (DSABM) Surabaya turun bersama.
’’Solusinya (penanganan banjir) yaitu dengan membuat sudetan saluran air langsung menuju Sungai Kalimas,’’ ujar Suwardi. Skema pengerjaan sudetan telah dibuat. Begitu pula pengajuan pekerjaan melalui program musrenbang. Targetnya, tahun ini penanganan banjir sudah berjalan.
Camat Krembangan Harun Ismail mengatakan, tahun ini penanganan banjir menjadi prioritas utama. Perbaikan saluran air sudah diajukan melalui dana kelurahan (dakel) dan musrenbang. Selain pembangunan saluran air, normalisasi sungai terus digencarkan. Termasuk pengerukan lumpur di boezem untuk meningkatkan daya tampung.
Di Kecamatan Krembangan, ada dua wilayah yang menjadi perhatian besar pihak kecamatan. Yakni, di RW 6 Kampung Tambak Asri dan RW 7 Kampung Kalianak di Kelurahan Morokrembangan. Ratusan rumah semipermanen di pesisir sungai membuat diameter Sungai Kalianak menyempit. Akibatnya, banjir kerap terjadi di lokasi tersebut. Banjir akibat hujan atau fenomena banjir rob.
Untuk mencegah banjir, normalisasi Sungai Kalianak perlu segera dilakukan. Seluruh bangunan liar (bangli) yang menjorok ke badan jalan juga harus dibongkar. Sebab, jika tidak dibongkar, normalisasi tidak bisa berjalan. Alat berat tidak bisa masuk karena area jalan sangat sempit.
Selain di Krembangan, banjir juga kerap melanda beberapa titik di wilayah Kecamatan Pabean Cantian. Muhammad Januar Rizal selaku camat Pabean Cantian menjelaskan, terdapat 12 titik banjir di wilayahnya.
Ketinggian air tak sama. Mulai dari 20 hingga 30 sentimeter yang kerap melanda Jalan Teluk Betung, Jalan Teluk Kumai Barat, Jalan Teluk Kumai Timur, Jalan Teluk Bayur, dan Jalan Weda. Banjir disebabkan jalan lebih rendah dari jalan protokol dan saluran air.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
