Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Januari 2023 | 02.43 WIB

Atasi Banjir di Surabaya Utara: Sudetan Saluran dan Bongkar Bangli

ANTISIPASI KENAIKAN DEBIT AIR: Petugas dinas sumber daya air dan bina marga melakukan pengerukan lumpur di boezem Morokrembangan, Sabtu (28/1). Pengerukan tersebut mengantisipasi peningkatan debit air selama musim hujan agar tdak meluap ke jalan. (Ahmad K - Image

ANTISIPASI KENAIKAN DEBIT AIR: Petugas dinas sumber daya air dan bina marga melakukan pengerukan lumpur di boezem Morokrembangan, Sabtu (28/1). Pengerukan tersebut mengantisipasi peningkatan debit air selama musim hujan agar tdak meluap ke jalan. (Ahmad K

JawaPos.com – Pada musim hujan, genangan kerap merendam sejumlah jalan protokol dan permukiman penduduk. Salah satunya di Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan. Tepatnya di Jalan Krembangan Barat, Jalan Krembangan Makam, dan Jagaraga.

Sudah puluhan tahun tiga lokasi tersebut menjadi langganan banjir. Ketinggian air sekitar 30 sentimeter hingga selutut orang dewasa. Oleh sebab itu, penyelesaian banjir saat ini berfokus di wilayah Surabaya Utara.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Krembangan Selatan Suwardi menyatakan, kurangnya tempat penampungan air menjadi salah satu penyebab banjir.

’’Seluruh air mengalir ke Sungai Indrapura dan dibuang ke Rumah Pompa Pesapen. Diameter kecil serta ketinggian Sungai Indrapura sudah rata dengan jalan hingga membuat debit air tak bisa tertampung dan meluap,’’ katanya Sabtu (28/1).

Luapan tersebut menimbulkan genangan dan banjir. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk surut. Guna menyelesaikan persoalan itu, para pihak kemarin melakukan survei lapangan. Petugas dari Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bima Marga (DSABM) Surabaya turun bersama.

’’Solusinya (penanganan banjir) yaitu dengan membuat sudetan saluran air langsung menuju Sungai Kalimas,’’ ujar Suwardi. Skema pengerjaan sudetan telah dibuat. Begitu pula pengajuan pekerjaan melalui program musrenbang. Targetnya, tahun ini penanganan banjir sudah berjalan.

Camat Krembangan Harun Ismail mengatakan, tahun ini penanganan banjir menjadi prioritas utama. Perbaikan saluran air sudah diajukan melalui dana kelurahan (dakel) dan musrenbang. Selain pembangunan saluran air, normalisasi sungai terus digencarkan. Termasuk pengerukan lumpur di boezem untuk meningkatkan daya tampung.

Di Kecamatan Krembangan, ada dua wilayah yang menjadi perhatian besar pihak kecamatan. Yakni, di RW 6 Kampung Tambak Asri dan RW 7 Kampung Kalianak di Kelurahan Morokrembangan. Ratusan rumah semipermanen di pesisir sungai membuat diameter Sungai Kalianak menyempit. Akibatnya, banjir kerap terjadi di lokasi tersebut. Banjir akibat hujan atau fenomena banjir rob.

Untuk mencegah banjir, normalisasi Sungai Kalianak perlu segera dilakukan. Seluruh bangunan liar (bangli) yang menjorok ke badan jalan juga harus dibongkar. Sebab, jika tidak dibongkar, normalisasi tidak bisa berjalan. Alat berat tidak bisa masuk karena area jalan sangat sempit.

Selain di Krembangan, banjir juga kerap melanda beberapa titik di wilayah Kecamatan Pabean Cantian. Muhammad Januar Rizal selaku camat Pabean Cantian menjelaskan, terdapat 12 titik banjir di wilayahnya.

Ketinggian air tak sama. Mulai dari 20 hingga 30 sentimeter yang kerap melanda Jalan Teluk Betung, Jalan Teluk Kumai Barat, Jalan Teluk Kumai Timur, Jalan Teluk Bayur, dan Jalan Weda. Banjir disebabkan jalan lebih rendah dari jalan protokol dan saluran air.

Tambah Kapasitas Rumah Pompa


PENANGANAN banjir di Surabaya hingga Sabtu (28/1) terus berjalan. Pemkot Surabaya pun meningkatkan anggaran untuk membangun sistem pencegah banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, kini penyelesaian banjir berfokus di Surabaya Utara.

Dia menilai masih banyak titik yang rawan banjir di sana. Program penanganan pun sudah disusun untuk menyelesaikan masalah itu dalam jangka waktu satu tahun. ’’Nanti kami perbaiki saluran-saluran lama. Diperlebar lagi sehingga penyaluran air bisa lebih optimal,’’ katanya.

Menurut dia, salah satu kendala penanganan banjir adalah kapasitas saluran yang terbatas. Karena itu, kapasitas pelaluan air perlu ditingkatkan pula. ’’Bukan hanya saluran ya. Kapasitas rumah pompa juga kami tambah,’’ katanya.

Pompa-pompa itu menjadi andalan saat potensi banjir rob meningkat. Sebab, pembuangan air melalui kanal utama hanya bergantung pada rumah pompa. Yakni, ketika permukaan air laut meninggi dan Surabaya diguyur hujan.

’’Saluran outlet yang menuju ke Surabaya Timur sampai ke hilir pun kami keruk dan perdalam terus. Dampaknya sudah terasa sekarang,’’ katanya. Di kawasan pusat kota dan Surabaya Selatan sudah tidak ada lagi banjir yang dirasakan warga. ’’Kalaupun ada, tidak sampai 20 menit air sudah surut. Kondisi saluran sudah lebar dan bagus,’’ kata Lilik.

Pembangunan drainase di Surabaya salah satunya mengacu pada Surabaya drainage master plan (SDMP). Rancangan itu dibuat untuk kurun waktu 2018 hingga 2038. Dalam dokumen tersebut dipetakan kawasan mana saja yang menjadi prioritas pembangunan dan perbaikan drainase.

SEPUTAR BANJIR

- Ada 118 titik potensi banjir di Surabaya.

- Anggaran penanganan banjir tahun ini mencapai Rp 867 miliar.

- Prioritaskan perbaikan saluran di Surabaya Utara.

- Di antaranya, drainase di Jalan Randu, Jalan Kedinding, Jalan Nambangan, dan Jalan Bulak Banteng.

- Penanganan banjir di pusat kota dinilai berhasil.

Diolah dari berbagai sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore