
CARI PEMUDA PERUSUH: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama petugas gabungan dari Polri, TNI, dan satpol PP melakukan patroli untuk mencari gangster yang meresahkan warga. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Geng di Kota Pahlawan sudah ada sejak lama. Beberapa anggotanya pernah diproses hukum karena terbukti melakukan tindak pidana. Pemkot Surabaya juga pernah mengumpulkan anggota sejumlah geng untuk mendapat pembinaan. Namun, berbagai upaya itu tidak menimbulkan efek jera.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana menyebut eksistensi menjadi salah satu penyebabnya. Mayoritas anggota geng itu berusia remaja belasan tahun. Mereka ingin dipandang superior. Di antaranya, dengan menjadi anggota geng.
Jalan untuk menjadi anggota geng juga tidak sulit. Mirzal menyatakan, syaratnya hanya perlu menjadi pengikut akun Instagram geng yang diinginkan.
”Bukan gangster sebenarnya. Lebih tepatnya kelompok perusuh,” ujarnya Minggu (4/12).
Dari menjadi pengikut akun medsos itu, admin akan menawarkan grup. Unggahannya, antara lain, ajakan untuk kopi darat di waktu tertentu. ”Kumpul-kumpul di satu tempat yang sudah ditentukan,” ungkapnya.
Setelah pertemuan, anggota geng kemudian keliling kota secara bergerombol. Kegiatan itu direkam untuk dijadikan konten akun medsosnya. Agar terkesan sangar, beberapa anggotanya membawa senjata tajam. ”Tidak ada proses baiat untuk jadi anggota,” tuturnya.
Ironisnya, sering kali anggota geng menantang geng lain untuk tawuran. Tujuannya, membuktikan kelompok yang paling superior. ”Janjian ketemuan di satu tempat. Akhirnya bentrok,” jelasnya.
Alumnus SMAN 4 Surabaya tersebut mengungkapkan, kebanyakan anggota geng hanya ikut-ikutan teman. Kepastian itu didapat dari pemeriksaan terhadap anggota geng yang pernah ditangkap.
Mereka mengaku tidak saling kenal dengan anggota lain. Dari ratusan anggota gengnya, yang dikenal hanya teman yang mengajak. ”Intinya, mereka hanya ingin eksis. Ingin terlihat keren, tetapi salah jalan,” ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
