Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2024 | 18.31 WIB

Pemkot Surabaya Bangun Tanggul Sepanjang 2,5 Kilometer di Pakal

Banjir di Tambaksawah, Waru, Sidoarjo tak kunjung surut (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO) - Image

Banjir di Tambaksawah, Waru, Sidoarjo tak kunjung surut (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun tanggul sungai sepanjang 2,5 kilometer mulai dari kawasan Jalan Pakal Madya hingga Sumberrejo. Pembangunan tanggul sungai itu untuk mencegah air meluap ke rumah-rumah warga akibat banjir kiriman dari Kabupaten Gresik.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau lokasi pasca banjir di kawasan Jalan Pakal Madya, Kecamatan Pakal, Minggu (18/2) pagi.

”Panjangnya (tanggul sungai) mulai perbatasan Gresik sampai Pasar Benowo, Sumberrejo (Surabaya), sekitar 2,5 kilometer. Ketinggian tanggul insya Allah sekitar 1,2 meter,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Sebelumnya, Wali Kota Eri bersama jajarannya meninjau langsung lokasi banjir di kawasan Pakal Madya pada Sabtu (17/2) malam. Bersama jajarannya sekaligus menghitung ketinggian tanggul sungai yang harus dibangun untuk mengatasi banjir kiriman tersebut.

”Tadi kita sudah ke sini (Pakal Madya), saya lihat (banjir) tingginya tidak rata, ada yang satu mata kaki, ada yang satu lutut, tapi yang saya ambil adalah yang tertinggi,” ungkap Eri Cahyadi.

Eri menargetkan, pembangunan tanggul sepanjang 2,5 meter di Pakal Madya rampung dalam dua bulan. Tanggul sungai itu diharapkan dapat mengatasi banjir kiriman dari Gresik di kawasan Pakal.

Selain membangun tanggul, pemkot juga berencana membangun bozem di tanah fasilitas umum (fasum) milik Citraland. Bozem tersebut untuk menahan air saat hujan deras agar tidak langsung menuju ke sungai kawasan Pakal.

”Nanti kita hitung untuk luas (bozem). Jadi nanti (air) tidak langsung dibuang ke sungai, ada pintu kecil. Nah, dalam waktu dua jam ditampung dulu (di bozem), setelah itu dibuang (ke sungai),” papar Eri.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menyatakan, sebagai langkah awal, pihaknya mulai memasang sandbag (karung pasir) sebagai tanggul sementara untuk mencegah luapan air sungai di kawasan Pakal Madya.

”Yang pertama darurat pakai (tanggul) sandback, dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Itu yang menjadi prioritas pertama yang kita kerjakan, agar warga tidak kebanjiran, sambil kita kerjakan yang (tanggul) permanen,” kata Syamsul.

Syamsul menyebut, prioritas pembangunan tanggul sungai akan dimulai dari hulu ke hilir. Yakni, mulai dari kawasan Jalan Pakal Madya hingga menuju ke Sumberrejo Surabaya.

”Sehingga air yang meluber ke jalan (Pakal Madya) itu bisa direduksi. Jadi, tahapnya kita bangun tanggul dulu setelah itu jalan (ditinggikan),” jelas Syamsul.

Menurut dia, banjir kiriman di kawasan Pakal Madya terjadi sudah lebih dari 10 tahun. Dalam mengatasi banjir di kawasan itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Gresik.

”Nanti kita juga koordinasikan dengan teman-teman Pemkab Gresik. Seperti yang di Lakarsantri, juga kita koordinasi dengan teman-teman Gresik. Sehingga bisa direduksi untuk efeknya (banjir kiriman),” ucap Syamsul.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore