
Photo
JawaPos.com- RSUD Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang bakal melaksanakan uji coba kelas rawat inap standar (KRIS) jaminan kesehatan nasional (JKN). Rencananya, uji coba berlangsung November mendatang.
Karena itu, manajemen RSUD milik Pemkab Sidoarjo tersebut terus berbenah agar memenuhi kriteria yang ditentukan. Salah satu fasilitas yang bakal ditambah adalah nurse call.
Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpP bercerita, Jumat (23/9) lalu dirinya mendapat undangan rapat via online dari Kemenkes terkait perluasan lokus uji coba implementasi KRIS JKN. Pada RS vertikal, RSUD, dan RS swasta. ”Ada tujuh rumah sakit yang diundang,” kata Atok, Minggu (25/9).
Selain RSUD Sidoarjo, ada RSUP Kariadi Semarang, RSUP Sardjito Jogjakarta, RSUP Sanglah Bali, dan RSUP Soedarso Pontianak. Juga ada RS Annisa Tangerang dan RS Edelweiss Bandung.
”RSUD Sidoarjo merupakan rumah sakit daerah milik pemerintah daerah (pemda) satu-satunya di antara tujuh rumah sakit yang diundang dan ditunjuk (melaksanakan uji coba KRIS JKN, Red). Sekaligus menjadi RSUD pertama yang melaksanakan uji coba,'' kata Atok.
Dalam layanan KRIS, tidak ada lagi pembeda kelas rawat inap untuk pasien yang menjadi peserta JKN-KIS dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Semua layanan untuk pasien memiliki standar sama. Kelas rawat inap I, II, dan III dihapus. Menjadi kelas standar semua.
”Jadi, nantinya hanya ada dua kelas, yaitu kelas standar atau reguler dan nonreguler atau paviliun,” terangnya. Uji coba pertama bakal berlangsung pada November mendatang. Bulan depannya, uji coba tersebut akan dievaluasi.
Menurut Atok, RSUD Sidoarjo telah siap menjalankan uji coba tersebut. Syarat 60 persen dari total 700 tempat tidur untuk KRIS sudah terpenuhi. Tinggal beberapa persyaratan tambahan seperti nurse call dan renovasi kamar yang perlu dilakukan. Kekurangan itu dikebut mulai sekarang. Dengan target sebelum November sudah terealisasi.
Pasien yang tidak menginginkan layanan KRIS dapat memilih kelas paviliun. Jika pindah ke kelas paviliun, pasien BPJS akan menambah biaya sesuai ketentuan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Yessy Novita menyatakan bahwa tahun ini masih dalam tahap uji coba pada beberapa rumah sakit. Tahun depan uji coba bakal berlangsung di semua rumah sakit. Pada 2024 layanan KRIS resmi diberlakukan.
Dengan adanya layanan standar itu, akan ada penyesuaian iuran bagi peserta. Namun, hingga saat ini besaran iuran belum diumumkan. Ada kabar yang menyebutkan, bulan depan jumlah iuran bakal diumumkan. ”Dengan adanya KRIS, kami berharap layanan kepada pasien lebih baik lagi,” tutur Yessy.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
