
Photo
JawaPos.com- Persoalan ijazah siswa SMA/SMK yang ditahan oleh pihak sekolah di Kota Surabaya, ternyata belum sepenuhnya tuntas. Banyak wali murid yang meminta bantuan pemkot untuk melunasi tunggakan biaya sekolah agar ijazah anaknya keluar.
Bila ditotal, biaya sekolah yang belum bisa dilunasi siswa SMA/SMK di metropolis mencapai Rp 2,6 miliar. Aduan itu diterima Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi lewat WA maupun saat bertemu langsung dengan warga dalam forum Sambat Nang Cak Eri di balai kota.
”Tunggakan biaya sekolah masih kita dengar. Begitu juga yang putus sekolah. Rata-rata mereka mengeluhkan soal uang gedung dan beban lainnya,” ujar Eri Minggu (4/9).
Banyaknya ijazah siswa SMA/SMK yang ditahan oleh sekolah memang menjadi dilema. Di satu sisi, pemkot ingin segera membantu pelunasan biaya sekolah. Namun, hal itu membutuhkan waktu karena pengelolaan pendidikan di tingkat atas merupakan kewenangan Pemprov Jatim.
Meski terbentur kewenangan, Eri memastikan pemkot tetap berupaya memberikan bantuan. Pihaknya sudah meminta sekolah untuk mengumpulkan orang tua sekaligus menjelaskan tunggakannya. Pemkot akan melunasi biaya sekolah pelajar. ”Kalau bisa tanggungan tahun ajaran 2020, 2021, dan 2022 ini selesai. Sehingga di tahun ajaran baru tidak ada lagi yang terulang,” ucap Eri.
Selain itu, pemkot telah menjalin komunikasi dengan Pemprov Jatim. Menurut Eri, dibutuhkan solusi jangka panjang agar persoalan penahanan ijazah tidak terulang. Dengan demikian, seluruh anak Surabaya bisa menempuh pendidikan wajib belajar 12 tahun.
”Kalau untuk SD dan SMP, tidak ada masalah. Bahkan, tidak boleh ada uang gedung, uang LKS, dan macam-macam. Sekalipun dengan alasan infak dan shodaqoh, yo ora iso (ditarik dari siswa, Red),” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispendik Jatim sebelum menebus ijazah siswa yang ditahan oleh sekolah.
Dispendik Surabaya juga bakal memverifikasi kondisi ekonomi wali murid yang masih menunggak pembayaran sekolah tersebut. ”Karena kalau kita lihat, ini kan dampak dari pandemi dua tahun itu. Kalau memang mampu, bantuan dialihkan ke yang lebih membutuhkan. Misalnya, yang masih ada di kategori MBR,” ujarnya.
Yusuf memahami, ijazah sangat dibutuhkan siswa. Dokumen belajar itu dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan serta melamar pekerjaan. Oleh sebab itu, dia berharap bisa secepatnya membantu siswa mendapatkan ijazahnya.
”Pasti akan kita bantu. Baik itu nanti lewat APBD atau CSR juga ya. Kami upayakan agar siswa ini tetap memiliki masa depan yang cerah,” paparnya.
---
PEMKOT TEBUS IJAZAH SISWA SMA/SMK

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
