
Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal, Surabaya. Patrik Cahyo Lumintu/Antara
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya mengharapkan Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal, yang saat ini sedang disiapkan menjadi ekowisata, bisa mendongkrak perekonomian warga setempat. Ekowisata Tahura Pakal bagian dari upaya mewujudkan wisata murah bagi warga kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Tahura Pakal siap memikat pengunjung baik dari dalam maupun luar Kota Surabaya. Rencananya pada 2023, sudah bisa jalan semuanya.
”Kami sekarang membangun aksesnya. Kami juga akan melibatkan pihak ketiga atau investor untuk membuat tempat,” kata Eri seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Sabtu (3/9).
”Kami berharap di Surabaya ada tempat wisata murah yang bisa dinikmati oleh orang Surabaya,” tambah dia.
Melalui ekowisata itu, Eri mencontohkan untuk Tahura Pakal dengan luas 12 hektare, bisa dimanfaatkan dengan menyediakan wahana ATV dan wahana permainan lain, hingga menjadi tempat perkemahan. Pemkot Surabaya mulai melakukan sejumlah perbaikan infrastruktur untuk mempermudah para pengunjung mengakses kawasan wisata tersebut.
Apalagi, menurut dia, di wilayah Kota Surabaya bagian barat terdapat banyak potensi wisata yang mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Mulai Tahura Pakal, Sememi, dan Balas Klumprik.
”Tetapi, akses seperti di Tahura Pakal tidak ada, harus melewati perkampungan terlebih dahulu. Akses masuk dan parkir belum sesuai, kalau tempat wisata tidak memiliki elemen itu, tidak mungkin lokasi wisata tersebut bisa dikunjungi,” ujar Eri.
Oleh sebab itu, untuk kawasan wisata Tahura Pakal, pihaknya akan melakukan perbaikan akses jalan. Ada dua jalur untuk akses masuk ke lokasi tersebut yakni melalui Jalan Pondok Benowo Indah dan Jalan Babat Jerawat.
”Setelah kami cek, dari arah Jalan Pondok Benowo Indah menuju Tahura Pakal itu hampir 80 persen adalah fasum (fasilitas umum) dari Pondok Benowo Indah, sehingga kami sudah tidak perlu membebaskan lagi. Kami manfaatkan menjadi jalan. Kami bangun jalan untuk menuju Tahura Pakal,” terang Eri.
Sedangkan, anggaran yang digunakan untuk pembuatan jalan tersebut, Eri menjelaskan, ketika telah menjadi fasum artinya telah menjadi milik Pemkot Surabaya, dengan melakukan pengerjaan jalan paving seperti di Jalan Pondok Benowo Indah sampai tembus ke Jalan Babat Jerawat.
”Kami minta untuk dimasukkan dalam anggaran perubahan PAK (perubahan anggaran keuangan), sehingga kami bisa melakukan pengerjaan di tahun ini, setelah itu di tahun depan sudah bisa membuka Ekowisata Tahura Pakal,” ucap Eri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
