
Photo
JawaPos.com- Misteri kematian Suhartoyo, 57, warga Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada 6 April lalu akhirnya terkuak. Dalang dugaan pembunuhan pegawai Bank Jatim di Gedangan, Sidoarjo, itu adalah Edi Saputra, warga Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, yang tidak lain teman korban. Pemuda 36 tahun itu telah dibekuk Polres Lamongan.
‘’Tersangka mengenal korban dalam bisnis jual beli tanah. Tersangka berhasil mengambil uang milik korban sebanyak Rp 10 juta. Akan tetapi sudah habis digunakan membayar utang,’’ kata Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha seperti dilansir Jawa Pos Radar Lamongan (22/8).
Dari keterangan tersangka, semula tersangka menawarkan tanah di wilayah Gresik kepada korban. Selanjutnya, korban yang tertarik dengan tawaran tersebut, menyusun jadwal bertemu tersangka di Surabaya seusai pulang kerja.
Setelah bertemu, tersangka diajak mengendarai mobil hitam nopol S 1697 LA milik korban.
Saat perjalanan hingga di wilayah Gresik, lanjut Kapolres, penyakit jantung korban kambuh. Korban meminta tersangka mengantarkan ke rumah sakit terdekat. ‘’Tidak diantarkan (ke rumah sakit, Red), akan tetapi oleh tersangka malah diajak berkeliling mengendarai mobil,’’ imbuh Yakhob.
Melihat korban yang sudah kesakitan, muncul niat jahat dari tersangka untuk memanfaatkan momen tersebut. Setelah itu, tersangka membujuk korban agar memberikan nomor PIN ATM. Dalihnya, uang tersebut untuk membayar biaya di rumah sakit.
Begitu mendapat PIN, tersangka tak langsung membawa ke rumah sakit terdekat. Namun, tersangka masih mengajak tersangka berkeliling di wilayah Lamongan. ‘’Jadi korban dengan keadaan sakit di dalam mobil telah dibawa ke Lamongan,’’ ujar Yakhob.
Setiba di RSUD Soegiri Lamongan, korban sudah meninggal karena diduga serangan jantung. Tersangka yang sudah gelap mata, justru menggasak uang tunai dan ATM yang ada di dompet korban. Tersangka lalu mengunci mobil dari luar agar seolah-olah korban meninggal akibat serangan jantung. Setelah itu, tersangka menguras ATM korban di wilayah Gresik. ’’Dari situlah, muncul dugaan pembunuhan terhadap korban,’’ ucap dia.
Tersangka sempat menghilangkan chat WA di handphone korban. Meski begitu, hal itu tak bisa menutupi kejanggalan pada kematian korban. Petugas selanjutnya melakukan penyelidikan. Mulai dari menelusuri CCTV di mesin ATM Bank Jatim dan Bank Mandiri di wilayah Gresik.
Selain itu, petugas juga membongkar makam korban di Desa Bendosari, Kecamatan Kras, Kediri. Hasil otopsi tentang kepastian penyebab kematian korban masih menunggu Tim Forensik Polda Jatim. ‘’Jadi semuanya masih menunggu hasil otopsi tim Forensik Polda Jatim,’’ terangnya.
Tersangka dijerat pasal berlapos. Yakni, pasal 338 KUHP dengan hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara, serta pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.
Sementara itu, berkas kasus dugaan pembunuhan tersebut sudah masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. ”SPDP (surat pertama dimulainya penyidikan) tersangka sudah saya terima dari penyidik,’’ ucap Kasi Pidum Kejari Lamongan Agung Rokhianwan. Pihaknya menunggu hasil penyidikan tuntas dari Polres Lamongan.
Seperti diberitakan sebelumnya, saat ditemukan, kali pertama Suhartoyo dikira meninggal karena serangan penyakit jantung di dalam mobil pada awal April lalu. Kendaraan Pajero itu terparkir di halaman RSUD Lamongan. Sebelum ditemukan, dua hari korban tidak pulang.
Karena menyangka penyakit jantung, keluarga pun menolak untuk diotopsi. Korban pun dimakamkan di kampung halamannya di Kediri. Namun, dalam perkembangannya, pihak keluarga mendapat bukti baru bahwa kematian Suhartoyo tidak wajar. Hingga akhirnya membuat laporan ke polisi. Tidak butuh waktu lama, Polres Lamongan pun berhasil mengungkap tabir gelap kematian dan motif kasus tersebut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
