Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Agustus 2022 | 06.42 WIB

Pemkot Surabaya Tak Akan Gunakan Fotokopi KTP dan KK

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pemkot Surabaya for JawaPos - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pemkot Surabaya for JawaPos

JawaPos.com–Wali Kota bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya kembali menggelar Ngobras (Ngobrol Santai) di Ballroom Rich Palace, Selasa (2/8).  Ngobras kali ini diikuti 1.551 Kader Surabaya Hebat (KSH) dari Kecamatan Tegalsari dan Genteng.

Dalam kesempatan itu, satu per satu kader mencurahkan berbagai usul dan keluhan kepada wali kota. Salah satu keluhan yang disampaikan dalah soal aplikasi Sayang Warga dan pengisian data serta insentif kader Kecamatan Genteng.

Menanggapi curhatan dari KSH, Wali Kota Eri Cahyadi langsung memberikan solusi. ”Ketika data warga sudah masuk ke aplikasi Sayang Warga, itu tidak perlu membuat laporan lagi, cukup itu tok, apa lagi minta fotokopi KTP,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali kota menegaskan, ketika Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kesusahan, tidak perlu lagi meminta data seperti fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK). Sebab, semua itu sudah terdata di dalam aplikasi Sayang Warga.

”Kalau ada anak buah saya yang minta data KTP atau KK, nggak usah dikeki (jangan diberi). Saya haramkan lurah, camat, dan puskesmas njaluk (minta) fotokopi KTP dan KK, ini koreksi betul buat kami,” tegas Eri.

Menurut Eri, pendataan warga harus sudah terintegrasi satu sama lain, baik itu dari kelurahan, kecamatan, hingga ke OPD terkait. Sistem administrasi manual perlu diperbaiki dan evaluasi, agar pelayanan ke depan makin baik.

”Kalau sudah ada aplikasi tapi masih diminta berkas, yo onok sing salah (ada yang salah) di sistem itu. Saya bilang ke semua kader, kalau diminta (fotokopi KTP dan KK) jangan kasih. Smartcity yo ngene iki (ya seperti ini) harus terintegrasi,” jelas Eri.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya mendapat apresiasi, karena memberi insentif senilai Rp 400 ribu kepada KSH. Insentif itu paling tinggi ketimbang kota-kota lain di Indonesia.

”Insentif KSH ini paling tinggi, bahkan di kota lain ada yang nggak dapat,” terang Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore