
Photo
JawaPos.com- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo tahun ini membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk SMPN 2 Tulangan. Meskipun gedung sekolah tersebut belum terbangun.
Jadi, total ada 45 SMPN yang menggelar PPDB tahun ini. Kuota yang dibuka di SMPN 2 Tulangan adalah lima kelas. Setiap kelas diisi 32 siswa sehingga ada 160 siswa yang akan diterima.
Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, bangunan SMPN 2 Tulangan memang belum ada. Saat ini masih sebatas pengurukan lahan di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan. Namun, rencananya pertengahan tahun ini sekolah baru tersebut mulai dibangun. ”Minimal ruang kelas untuk siswa yang diterima ini bisa terbangun di sana tahun ini,” jelasnya.
Sesuai perencanaan, tahun ini akan dibangun sepuluh kelas di sana. Tahun depan pembangunan akan dilanjutkan. ”Ada sepuluh yang dibangun, untuk siswa kelas VII dan VIII nantinya,” ujar dia. Anggaran untuk ruang kelas tersebut Rp 7 miliar.
Nah, siswa yang diterima di SMPN 2 Tulangan pada PPDB tahun ini sementara akan belajar di SMPN 1 Tulangan. ”Kelasnya di SMPN 1 Tulangan ada. Sementara di sana dulu sambil menunggu pembangunan SMPN 2 Tulangan rampung,” ucap Tirto.
Guru pengajar juga sudah ada. Diambilkan dari guru-guru yang jam mengajarnya masih kurang. Karena itu, Tirto memastikan, meskipun ada siswa SMPN 2 Tulangan di SMPN 1 Tulangan, proses pembelajaran siswa SMPN 1 Tulangan tak akan terganggu.
Mantan kepala dinsos itu menerangkan, mekanisme dan jadwal penerimaan siswa di SMPN 2 Tulangan sama seperti penerimaan di sekolah lain. ”Tidak ada bedanya,” kata Tirto.
Selain SMPN 2 Tulangan, tahun ini dikbud berencana membangun SMPN 2 Prambon. Hanya, pembangunan SMPN 2 Prambon ternyata belum bisa tahun ini. ”Tahun ini masih sebatas pembebasan lahan dan pengurukan,” ujarnya. Karena itu, dalam PPDB tahun ini belum dibuka kuota untuk SMPN 2 Prambon.
Tirto menyatakan, PPDB tahun ini tak banyak berubah dari tahun lalu. Tahun ini Pemkab Sidoarjo juga memberikan prioritas bagi siswa asal SD/MI yang sulit terjangkau. Dikbud sudah mengidentifikasi ada delapan SD/MI yang sulit terjangkau atau terpencil di Sidoarjo (lihat grafis).
Siswa dari SD/MI tersebut mendapat prioritas untuk masuk SMPN terdekat dari tempat tinggal mereka. Jalur penerimaan mereka dimasukkan ke jalur afirmasi. Tujuannya, siswa dari tempat sulit terjangkau tidak putus sekolah. Selain itu, jumlah mereka tidak banyak. Sehingga Tirto memastikan mereka bisa tertampung.
---
SD/MI SULIT TERJANGKAU DAPAT PRIORITAS MASUK SMPN

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
