
CEGAH PUNGLI: Jukir di Jalan Dhoho menunjukkan kartu QRIS. /Radar Kediri
JawaPos.com – Sudah diterapkan sejak 1 Januari 2024 lalu, fasilitas bayar parkir menggunakan Quick Response Indonesian Standar (QRIS) yang di inisiasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri sepertinya masih belum terlaksana dengan mulus.
Pasalnya, sudah lebih dari dua minggu diberlakukan, satu juru parkir melaporkan baru melayani empat orang pemilik kendaraan saja yang membayar parkir non-tunai atau dengan menggunakan kode QRIS tersebut.
“Sejak awal sampai sekarang (kemarin, red), kalau saya ingat-ingat cuman ada empat orang,” aku Suyanto, salah satu juru parkir di Jalan Dhoho Kota Kediri, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (16/1).
Padahal, Suyanto mengaku selama dua minggu ini ia selalu menawarkan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraan di wilayah perparkirannya. Namun, mayoritas masih memilih membayar secara tunai. “Nggak laku,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Suyanto juga mengungkapkan bahwa kelemahan barcode itu kartunya mudah luntur terlebih jika hujan. Sebab, di bagian atas kartunya itu terbuka sehingga air pun bisa dengan mudah masuk.
Karena alasan itu juga lah, para jukir sering kali memasukkan barcode QRIS ke dalam sakunya dan dikeluarkan ketika ada yang mau bayar pakai QRIS saja. “Nanti kalau ada yang bayar pakai ini ya dikeluarkan,” imbuh Suyanto.
Hal yang sama bahkan lebih parah juga dialami oleh Rochim, 53, Jukir yang berjaga di depan Grand Surya hotel itu mengaku dirinya belum sekali pun memindai QRIS. “Ya nggak ada yang nanya ini (barcode QRIS, red) apa,” ungkap Rochim.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 9 Rumah dan Tenda-Tenda di Samping Mal Pelayanan Publik Sidoarjo
Menurut Rochim, pemakaian QRIS terutama bagi yang parkir di pinggir jalan itu menang diakuinya sedikit ribet. Sebab, pemindaian butuh waktu lama. Sehingga, jukir pun sering kali keburu kehilangan momen untuk menarik parkir dengan cara tersebut.
“Kalau di gedung mungkin tepat. Kalau di sini kan terus bergulir. Belum selesai pembayarannya, orang yang parkir lainnya sudah pergi,” lanjut Rochim, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Selasa (16/1).
Kelemahan lainnya, barcode di kartu rawan luntur saat hujan. Pasalnya, di kartu bagian atasnya terbuka sehingga air pun bisa masuk. Karena alasan itu pula, jukir sering memasukkan barcode QRIS ke dalam saku. “Nanti kalau ada yang bayar pakai ini ya dikeluarkan,” imbuh Suyanto.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
