
Rumah Adrian Prawono, korban dugaan pembunuhan dan mutilasi, di Kawasan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
JawaPos.com – Adrian Prawono (AP), 34, diduga dibunuh lalu dimutilasi oleh tukang pijat di Malang. Kepergiannya menjadi duka yang sangat mendalam bagi keluarganya. Pantauan Radar Surabaya (Jawa Pos Group), rumah korban di kawasan Prapen Indah Blok I, Panjangjiwo, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, pada Jumat (5/1) kemarin tampak sepi.
Pintu gerbang depan rumah yang menjadi tempat tinggal Adrian Prawono di Surabaya tersebut tertutup rapat. Saat Radar Surabaya mencoba menemui penghuni rumah, tidak ada yang muncul dari rumah itu. Hanya saja ada seorang perempuan sebagai asisten rumah tangga (ART) orang tua AP.
"Orangnya (orang tua) nggak ada Mas. Keluar," ucapnya lalu menutup pintu.
Sementara salah satu tetangga AP membenarkan bila AP tinggal di rumah tersebut bersama orang tuanya. Ia juga mendengar kabar sekilas memang AP hilang sejak Oktober 2023 lalu. Hanya saja tidak mengetahui detail terkait kejadian meninggalnya Adrian Prawono.
"Iya kenal (AP). Sempat dengar hilang. Saya nggak pernah interaksi. Cuma nyapa saja," ungkap perempuan tetangga rumah keluarga AP.
Perempuan tersebut juga membenarkan AP tinggal bersama kedua orang tuanya. AP merupakan anak tunggal dan belum menikah. Dia juga memiliki usaha kafe di Kota Batu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Adrian Prawono, 34, warga Prapen Indah Blok I, Kelurahan Panjangjiwo, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, diduga menjadi korban pembunuhan dan mutilasi. Perbuatan keji itu diduga dilakukan Abdul Rahman (AR), tukang pijat yang kos di Jalan Sawojajar XIII, Kedungkandang Malang. Adrian sempat dilaporkan hilang ke SPKT Polda Jatim pada Selasa (17/10) lalu.
Korban Adrian pada Sabtu (14/10) pukul 13.00 pamit berangkat kondangan ke Pandaan, Pasuruan. Korban Adrian lalu berlanjut ke tempat usaha kafe miliknya di Kota Batu. Ia mengemudikan mobil Toyota Rush warna hitam nopol L 1465 JK.
Pada Minggu (15/10) sekitar pukul 18.00, korban sempat mengabarkan kepada orang tuanya akan pulang ke Surabaya. Namun, korban bermaksud mampir ke Malang karena ada perlu. Setelah itu, korban Adrian tidak bisa dihubungi lagi oleh keluarganya.
Kemudian orang tua korban melaporkan kehilangan orang ke SPKT Polda Jatim dengan Nomor SKTLK-OH/15/X/YAN.2.4/2023/SPKT Polda Jatim.
Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis mengatakan, pengungkapan bermula dari penemuan tubuh manusia terpotong kepala, tangan, serta kaki pada Oktober 2023 di sungai Bango, Malang. Dengan adanya temuan tersebut penyidik dan anggota Opsnal Satreskrim Polres Malang Kota melakukan penyidikan.
Beberapa waktu kemudian penyidik mendapatkan petunjuk ada seseorang bernama AR pada Oktober 2023 melakukan pembunuhan di tempat tinggalnya Sawojajar, Malang. Namun, informasi tersebut belum cukup mengungkap kejahatan yang diduga dilakukan AR.
Polisi lalu melakukan pendalaman berbekal informasi dan bukti awal yang sudah dikantogi. Kemudian pada Jumat (5/1) polisi menemukan potongan tubuh kepala, telapak tangan, dan telapak kaki yang dikubur di pinggir sungai.
"Setelah dipastikan ada tengkorak itu maka saat ini tengkorak itu dilakukan penelitian di rumah sakit untuk memastikan tengkorak itu apakah ini milik korban (AP) yang dilaporkan hilang tanggal 15 Oktober 2023 atau yang lain maka saat ini kami masih pendalaman," ujarnya.
Pihak keluarga AP di Surabaya, lanjut Wasis, juga dipanggil untuk dimintai keterangan. Keluarga dipanggil juga untuk memastikan apakah mengenal struktur tubuh dan segala macam untuk memastikan apakah tengkorak itu tengkorak AP.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
