
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi atau biasa sapa Gus Fahrur
JawaPos.com – Pengganti KH Marzuqi Mustamar sebagai ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) segera diketahui. Hari ini (3/1) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menetapkannya dalam rapat di kantor PBNU di Jakarta Pusat.
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi membenarkan adanya agenda pengisian kursi ketua PWNU Jatim itu. ”Juga ada agenda rapat (membahas hal, Red) lain,” katanya kemarin (2/1).
Pria yang akrab disapa Gus Fahrur tersebut menutup rapat informasi siapa yang bakal memimpin warga nahdliyin di Jatim. Dia hanya menjelaskan, skema pengisian ketua PWNU Jatim bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, mengangkat wakil ketua PWNU Jatim menjadi ketua PWNU Jatim.
Saat ini kursi wakil ketua PWNU Jatim diduduki sembilan orang ulama. Mereka adalah KH Abdurrahman Navis Lc, Prof Dr H Sonhaji Sholeh Dip Is, Drs KH A. Jazuli Nur Lc, dan Dr M. Fathurrozi SE MSi. Kemudian Dr H Ma’ruf Syah SH MH, Drs H Misbahul Munir, dr H Edy Suyanto SpOG, Drs H Ahsanul Haq MPdI, serta Ir H M. Qoderi MT.
Skema yang kedua adalah menugaskan pimpinan dari PBNU untuk jadi ketua PWNU Jatim. ”Ini seperti di PCNU Surabaya,” katanya. Saat ini ketua PCNU Surabaya dijabat oleh Ketua PBNU Habib Umarsyah.
Gus Fahrur menegaskan bahwa usulan ketua PWNU Jatim dibahas terlebih dulu oleh internal PWNU. Kemudian diusulkan ke PBNU.
Apakah Gus Fahrur termasuk yang bakal ditugasi menjadi ketua PWNU Jatim? Dia hanya tertawa. ”Sudah ada (nama yang ditetapkan, Red) kayaknya,” kata pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang, Jatim, itu. Dia menegaskan, apakah skema mengambil dari wakil ketua PWNU atau menugaskan petinggi PBNU, masih menunggu hasil rapat.
Gus Fahrur lantas menjelaskan, ketua PWNU Jatim yang baru nantinya memiliki banyak tugas. Di antaranya wajib menjalankan roda organisasi sesuai program PBNU. Saat ini kepengurusan PWNU Jatim tinggal sekitar satu tahun lagi.
Selain itu, pengurus PWNU Jatim harus menjaga netralitas selama Pileg atau Pilpres 2024. Juga menyelesaikan program PWNU Jatim lainnya yang telah direncanakan. Termasuk menggelar konferensi wilayah (konferwil) PWNU Jatim.
Seperti diketahui, kepengurusan PWNU Jatim sedang menjadi sorotan. Menjelang tutup tahun 2023 lalu, PBNU mengeluarkan keputusan memberhentikan Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar. Santer diberitakan, pencopotan itu kental dengan nuansa politik, yaitu terkait sikap politik menyambut Pemilu 2024. Namun, PBNU membantah tudingan tersebut.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf menegaskan, pemberhentian itu murni penegakan aturan yang memang tidak diikuti Kiai Marzuqi. ”Saya pastikan, ini bukan karena faktor politik. Ini karena semata-mata soal mismanajemen, (juga) soal beberapa lagi yang lain,” terang dia (28/12).
Pemberhentian tersebut juga dimulai dari usulan rais syuriah PWNU Jatim. Sehingga memang sudah melalui proses yang sangat panjang serta penuh pertimbangan. (wan/c9/fal)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
