Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 03.30 WIB

Jelang Muktamar ke-35, PBNU Dinilai jadi Rebutan Berbagai Kepentingan

Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). (Nu Online) - Image

Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). (Nu Online)

JawaPos.com - Menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 2026, dinamika terkait posisi ketua umum mulai mengemuka. Isu ini mencuat setelah forum halal bihalal IKA PMII, melalui pernyataan sejumlah tokoh yang mengkritisi kondisi PBNU dan menilai perlunya pembenahan.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menilai jika pernyataan para tokoh tersebut bukan sekadar retorika, maka terbuka peluang terbentuknya koalisi antara jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tubuh NU, jaringan Kementerian Agama Republik Indonesia, hingga figur seperti Said Aqil Siradj.

“Dalam skenario seperti ini, jika figur-figur seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Nazaruddin Umar benar-benar berpadu dalam satu konfigurasi, maka bukan tidak mungkin hasil Muktamar telah ‘selesai’ sebelum forum resmi berlangsung,” kata pria yang akrab disapa Gus Ilur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4).

Ia mengingatkan, dalam tradisi NU, faktor kiai pesantren kerap menjadi penentu akhir yang berada di luar kalkulasi formal.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengapa Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak kembali berpasangan dengan Rasi Aam Miftachul Akhyar seperti sebelumnya, serta tidak mempertahankan Saifullah Yusuf sebagai Sekretaris Jenderal.

“Dalam dinamika organisasi, perubahan konfigurasi semacam ini biasanya mencerminkan adanya perbedaan orientasi yang tidak selalu tampak di permukaan,” ujarnya.

Dalam skenario lain, Gus Ilur melihat bahwa jika strategi yang dibangun oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) lebih berhasil dibanding dinamika di IKA PMII, maka dapat muncul konfigurasi alternatif. Misalnya, Nazaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum dan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.

Sementara itu, disebutkan pula bahwa Yahya Cholil Staquf telah menjalin komunikasi dengan Said Aqil Siradj untuk posisi Rais Aam, meskipun hingga kini belum ada jawaban.

Menurut Gus Ilur, Gus Yahya masih memiliki modal awal dukungan sekitar 40 persen. Dalam politik organisasi, angka tersebut penting sebagai basis awal, meski tidak selalu menentukan hasil akhir.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore