Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Februari 2022 | 18.44 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Surabaya Terapkan Kembali PTM 50 Persen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menerapkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen. Kebijakan itu dilakukan menyusul kasus positif Covid-19 yang terus mengalami kenaikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, PTM 50 persen atau meniadakan dua sif PTM 100 persen bisa dilaksanakan mulai Kamis atau Jumat (4/2). ”Biasanya kan ada dua sif 100 persen. Mulai saat ini, saya hentikan dulu. Mekanismenya, sehari masuk, sehari tidak, hanya ada satu sif 50 persen,” kata eri Seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Kamis (3/2).

Menurut Eri, kebijakan itu diambil menyusul jumlah kasus aktif yang tercatat di dalam data laman lawancovid-19.surabaya.go.id per 2 Februari, pukul 15.00 WIB, total ada 587 orang. Jumlah itu, berpotensi akan terus merangkak naik jika tidak dilakukan mitigasi secepat mungkin.

Untuk saat ini, lanjut dia, Surabaya masih berada di angka 16,4 persen jumlah kasus positif Covid-19. Jika menginjak angka 20 persen per 100 ribu penduduk, bisa jadi daerah atau kota tersebut meningkat menjadi Level 2.

”Kota Surabaya berstatus Level 1, artinya masih di bawah 20 persen,” tutur Eri.

Eri sebelumnya juga meminta Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk memasifkan pelacakan dan testing guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 khususnya jenis varian Omicron di Surabaya.

”Apabila terjadi kenaikan, hal ini terjadi karena telah melakukan tracing secara masif untuk mencegah penyebaran Covid-19. Semakin banyak tidak apa-apa, nanti diobati. Tapi kalau terlambat dan tidak melakukan tracing tepat dan testing yang cepat, ini akan menjadi bom waktu,” papar Eri.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Eri tidak ingin bila terjadi lonjakan kasus Covid-19, khususnya saat varian Delta masuk ke Kota Surabaya. Hal itu karena Kota Surabaya sebagai salah satu kota yang aman.

”Tidak ada swab hunter, swab masal, dan tidak ada testing yang masif, akhirnya meledak. Ini yang saya tidak mau, sekarang kami masifkan testing dan tracing, nanti baru setelah itu baru kami treatment,” terang Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore