
Disnaker gelar job fair sebagai upaya pengurangan jumlah pengangguran.
JawaPos.com–Berbagai inovasi dan terobosan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beberapa tahun terakhir, terutama pada 2023, berdampak positif bagi warga Surabaya. Buktinya, angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surabaya terus menurun.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Surabaya pada 2021 berada di angka 5,23 persen atau sekitar 152,49 ribu jiwa. Kemudian pada 2022 turun menjadi 4,72 persen atau sekitar 138,21 ribu jiwa, dan 2023 turun lagi menjadi 4,65 persen atau sekitar 136,37 ribu jiwa.
Sedangkan angka kemiskinan ekstrem Surabaya pada 2021 berada di angka 1,2 persen atau sekitar 35 ribuan, kemudian pada 2022 angkanya turun menjadi 0,8 persen atau sekitar 23 ribuan.
”Jadi, data kemiskinan ekstrem yang kita terima terakhir sampai 2022 dan mulai 2021-2022 angka kemiskinan ekstrem itu sudah ada penurunan sekitar 0,4 persen. Data ini insya Allah terus turun hingga akhir 2023,” kata Febrina Kusumawati di ruang kerjanya, Kamis (28/12).
Menurut Febri, penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta TPT, itu tidak lepas dari berbagai terobosan Wali Kota Eri Cahyadi selama beberapa tahun terakhir. Salah satu yang terus digencarkan adalah program padat karya yang terdiri atas 23 jenis usaha dengan range pendapatan Rp 2 juta – Rp 10 juta per orang.
”Selain itu, ada pula job fair yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Pemkot juga membuat aplikasi e-Peken untuk mengembangkan dan memberdayakan toko kelontong, dan SKW terus dikembangkan. Bahkan, saat ini semua perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya diberi tanggung jawab yang sama untuk mengentas kemiskinan,” terang Febrina Kusumawati.
Menurut dia, karena sudah banyak yang bekerja, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Surabaya turun. Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, TPT Surabaya pada saat pandemi Covid-19 pada 2020, berada di angka 9,79 persen. Kemudian, pada 2021 angka TPT itu menjadi 9,68 persen, dan pada 2022 turun menjadi 7,62 persen. Dan pada 2023, turun lagi menjadi 6,76 persen. ”Jadi, pada 2022-2023 TPT turun 0,9 persen,” papar Febrina Kusumawati.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penurunan angka kemiskinan dan angka kemiskinan ekstrem serta TPT, menunjukkan bahwa APBD yang ditetapkan bersama DPRD Surabaya itu berhasil. ”Ini menjadi semangat kita untuk terus berinovasi,” kata Wali Kota Eri.
Wali kota juga menyadari, pemkot tidak bisa sendirian dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya. Semangat warga Kota Surabaya juga harus ikut dan mau untuk mengubah nasib melalui usaha.
”Dengan cara ini, insyallah warga tidak hanya mengandalkan bantuan semata, karena mereka sudah bisa berusaha dan sudah mendapatkan penghasilan sendiri,” ucap Eri.
Dia juga menegaskan, berkat keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem, Pemkot Surabaya menerima dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Hal itu berdasar Keputusan Menteri Keuangan Nomor 350 Tahun 2023 tentang Rincian Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Kategori Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat pada 2023.
”Alhamdulillah kita dapat insentif fiskal sebesar Rp 6,4 miliar kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Eri.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
