
Pameran dan Kontes Bonsai Nasional di East Parking Area Ciputra World, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (14/11). Humas Pemkot Surabaya/Antara
JawaPos.com–Ratusan pohon bonsai terbaik milik para kolektor dari seluruh daerah di Indonesia dipamerkan di East Parking Area Ciputra World Kota Surabaya, Jatim. Acara itu dilaksanakan hingga 18 November.
Ketua Panitia acara Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Surabaya Andre Sutanto mengatakan, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Surabaya kali ini digelar untuk memperingati Hari Pahlawan. ”Sebanyak 950 pohon bonsai yang dipamerkan kali ini adalah bonsai-bonsai terbaik di daerahnya. Kami sangat bangga teman-teman mengeluarkan pohon-pohon terbaiknya untuk diikutsertakan dalam kontes,” kata Andre seperti dilansir dari Antara di Surabaya Minggu (14/11).
Dia menyebut, kontes bonsai terbagi menjadi lima kelas. Mulai dari kelas prospek atau pemula, regional, madya, utama, dan bintang. Andre menjelaskan, event kali ini bisa dibilang spektakuler. Sebab, bonsai yang dipamerkan mencapai 950 pohon.
”Ini adalah jumlah yang spektakuler dan rekor. Para juara-juara best in show berkumpul di Surabaya untuk bertarung memperebutkan siapa yang terbaik,” tutur Andre.
Meski demikian, Andre tak menampik pandemi juga berdampak signifikan terhadap geliat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bonsai. Selama hampir dua tahun terakhir, UMKM bonsai termasuk perputaran ekonomi di dalamnya ikut terhenti.
Dia bersyukur situasi Covid-19 di Surabaya mulai melandai. Sebab, kalau tidak ada pameran bonsai, geliat UMKM dan semuanya tidak berjalan lancar.
”Pendapatan untuk mereka (UMKM) juga tidak ada. Pengaruh juga terhadap pengrajin pot, budidaya bonsai, seniman bonsai, hingga jual beli bonsai,” terang Andre.
Menurut dia, semua kalangan dapat berperan serta dalam pohon bonsai. Terlebih lagi, kaum milenial saat ini juga mulai menjadikan pohon bonsai sebagai investasi jangka panjang.
”Karena tidak ada bonsai itu tambah lama tambah murah (harganya). Tambah lama itu tambah mahal karena tingkat kematangan tinggi dan lain-lain,” papar Andre.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada saat meninjau pameran, Sabtu (13/11), menilai pameran dan kontes bonsai menunjukkan kreativitas dan kreasi UMKM bonsai bisa terus bergerak dan dijalankan seiring situasi Covid-19 di Surabaya melandai. Pameran dan kontes bonsai seperti itu dapat terus diadakan rutin ke depannya.
”Sehingga UMKM yang bergerak di bidang bonsai bisa terus bergeliat dan khususnya bagi Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Surabaya,” ujar Eri.
”Sehingga pameran bonsai terus bisa bergerak, terus bisa berkembang. Tapi bukan berarti pamerannya menunggu nasional. Kalau Surabaya bisa mengadakan, tidak (harus) menunggu pameran nasional,” tambah dia.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
