
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan iPad kepada siswa. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Menteri Sosial Tri Rismaharini serahkan bantuan pada siswa yang terdaftar dalam masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Bantuan berupa iPad itu diserahkan pada 105 siswa SMPN 10 Surabaya.
”Mereka butuh support dan semangat supaya berprestasi. Ini bentuk dorongan,” tutur Risma di SMPN 10, Sabtu (23/10).
Pemberian iPad itu, lanjut Risma, diawali keinginannya untuk memberikan iPad pada anak-anak yang tinggal di eks lokalisasi Dolly. Sehingga berhubungan dengan kondisi sosial siswa.
”Aku dulu anak Dolly. Ini anak Dolly dan sekitarnya. Saya dulukan ini. Di sini tahu kondisinya begini. Aku Mensos bukan Mendikbud. Jadi kalau ini kan masalah sosial. Aku menangani masalah sosial,” ucap Risma.
iPad tersebut didapatkan dari berbagai kegiatan di kementerian, baik dari undian maupun perlombaan. Kemudian, pemenang tidak mengambil hadiah berupa iPad tersebut.
”Ini kebetulan ada hasil dari undian. Ini ya wes (ya sudah) aku ingat anak Dolly. Maunya khusus anak Dolly. Tapi banyak anak Dolly yang sekolah di sini,” jelas Risma.
Dengan pemberian itu, Risma berharap siswa MBR dan anak-anak yang tinggal di eks lokalisasi Dolly lebih semangat. Sebab, mereka memulai semua usaha dari minus.
”Saya berharap, ini menyemangati anak Dolly. Mereka butuh support dan semangat supaya berprestasi. Mereka, kalau anak-anak sekolah lain mungkin mulainya dari kecil. Kalau anak-anak Dolly mulainya minus. Jadi karena itu harus ada dorongan,” papar Risma.
Sementara itu, Kepala SMPN 10 Surabaya M. Masykur mengatakan, 55 persen siswanya adalah siswa MBR. Dia tidak mencatat jumlah siswa yang berasal dari daerah Eks lokalisasi Dolly.
”Yang mendapat bantuan ini yang diutamakan daerah situ. Jadi nggak semua. Tapi diutamakan. Siswa yatim piatu yang pertama,” terang Masykur.
Bila dirupiahkan, total bantuan 105 iPad itu mencapai sekitar Rp 501 juta.
”Total siswa ada 1.281. Reguler, terbuka. SMPN 10 dan SMPN 10 terbuka. Kelas 7, 8, dan 9 ada 83. 1.189 reguler. SMP terbuka, mereka inklusi sosial. Cara pendekatan belajarnya beda. MBR ada 669 atau 55 persen,” ujar Masykur.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
