
Ilustrasi siswa SMA pulang sekolah.
JawaPos.com–Hingga kini, beberapa sekolah di Surabaya masih menerapkan dua sif atau dua kali masuk untuk siswa. Salah satu faktor penyebabnya yakni bangunan sekolah yang tidak memadai untuk menampung semua siswa, jika diberlakukan masuk dalam satu waktu.
Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo mendesak dan mendorong Dinas Pendidikan Surabaya untuk mulai mengkaji. Kajian tersebut tentang apakah sistem atau kebijakan dua sif untuk masuk ke sekolah masih relevan dan baik untuk diterapkan saat ini.
”Sebab, ada dampaknya ketika sistem dua sif itu diterapkan untuk anak-anak. Dewan Pendidikan Surabaya meminta agar Dispendik Surabaya memberlakukan kebijakan sesuai kajian,” ujar Juli Poernomo.
Beberapa dampak tersebut misalnya ketika anak-anak ada yang masuk siang, pagi hingga siang, anak tidak mungkin memakai waktunya untuk istirahat. Mayoritas, anak-anak bermain atau bersosialisasi di luar rumah dengan teman-teman lainnya.
Nah, kata Juli Poernomo, hal itu akan berdampak terhadap performa penerimaan belajar ketika anak tersebut masuk sekolah. Dia khawatir anak yang masuk siang hari akan kelelahan di sekolah.
Belum lagi, lanjut Juli, guru atau sumber daya pengajar di sekolah tersebut. Dia mengkhawatirkan para guru yang mengajar dobel (pagi dan siang mengajar), akan keletihan juga.
”Maka transfer ilmunya akan tidak optimal,” ucap Juli.
Analisis faktor mengapa kebijakan dua kali sif masuk siswa di sekolah-sekolah Surabaya harus ditemukan dengan tepat. Juli mengungkapkan, apabila karena infrastruktur sekolah tidak mumpuni, Dispendik Surabaya harus evaluasi.
”Aturan rombongan belajar siswa itu kan sudah jelas. SD 28, SMP 32, jangan kelebihan berarti dari itu per rombongan belajar,” papar Juli.
Dini, salah satu orang tua siswa dari Surabaya mengatakan, sistem dua sif untuk anaknya sangat merugikan. Terutama untuk para ibu yang pagi harinya bekerja. Dia tidak bisa mengawasi anaknya.
”Bingung juga, ibu dan bapak sama-sama bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Anak masuk siang juga kebanyakan bolos karena kelelahan,” ujar Dini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
