Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juli 2021 | 19.48 WIB

Tahun Ajaran Baru, Sistem Online Baru, PJJ di Surabaya Jalan Lagi

BOYONGAN: Sejumlah guru SDN Tambak Wedi 508 merapikan buku pelajaran sebelum sekolah tersebut dijadikan tempat isolasi pasien OTG Covid-19, Jumat (23/7). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

BOYONGAN: Sejumlah guru SDN Tambak Wedi 508 merapikan buku pelajaran sebelum sekolah tersebut dijadikan tempat isolasi pasien OTG Covid-19, Jumat (23/7). (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com – Asa sempat muncul awal tahun ini. Kala itu, persebaran Covid-19 di Surabaya melandai. Dinas pendidikan (dispendik) bergegas menyiapkan kebutuhan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, selang beberapa bulan, amuk virus korona kembali menyerang. Tidak sedikit wilayah, termasuk Surabaya, yang kembali memerah akibat gempuran wabah asal Tiongkok tersebut.

Mau tidak mau, pemerintah melanjutkan kebijakan tahun lalu. Yaitu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo menjelaskan bahwa beragam persiapan telah berjalan. Di antaranya, dispendik merancang standar operating procedure (SOP) PTM.

Langkah kedua, pemenuhan SOP. Sekolah berlomba menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) PTM. Di antaranya, bilik sterilisasi, hand sanitizer, pengaturan jarak bangku antarsiswa, sirkulasi udara dalam satu kelas minimal 10 persen, serta rancangan kurikulum pembelajaran.

Sayangnya, pintu yang sudah terbuka kembali tertutup. Pemerintah menerapkan PPKM darurat. Berlanjut dengan PPKM level 4. Regulasi itu tegas menyebutkan, PTM tidak diperbolehkan.

Meski PTM tertunda, tidak berarti pembelajaran mandek. Penyampaian ilmu tetap berlanjut, tapi dengan PJJ. Full online. Supomo menuturkan, pembelajaran online tahun ini mengakomodasi tiga kelompok siswa. Pertama, murid yang memiliki kecukupan ekonomi serta gadget. Kedua, keluarga yang memiliki gadget, tapi digunakan bergantian. Selanjutnya, siswa yang lemah ekonomi.

Siswa yang masuk kategori pertama bisa mengikuti pembelajaran online tanpa kendala. Pembelajaran dan tugas disampaikan lewat aplikasi. Pada kategori kedua, tugas diberikan via WhatsApp (WA). Setiap minggu dikumpulkan. Nah, yang masuk kelompok ketiga, oleh guru, tugas di-print. ’’Wali murid atau guru memberikan tugas tersebut,’’ paparnya.

Upaya kedua menggunakan software. Sejak pertengahan tahun ini, dispendik mengenalkan Microsoft 365. Cara itu lebih mujarab. Kabid Guru dan Tenaga Pendidikan Mamik Suparmi menjelaskan, pada masa pandemi, PTM memang tak bisa berjalan. Sebagai gantinya, dilaksanakan PJJ. Namun, pembelajaran online itu menuai kendala. Terkadang perangkat pendukung tidak mencukupi.

Nah, Microsoft 365 menjadi pembeda. Lewat aplikasi tersebut, guru bisa berkirim video pembelajaran dan tugas. Siswa tinggal mengunduh. ’’Kami modifikasi. Bentuknya seperti folder,’’ paparnya.

Microsoft 365 juga menjadi jembatan bagi guru. Tenaga kependidikan bisa menggelar rapat online lewat software tersebut. ’’Seluruh negara yang menggelar PJJ juga memakai Microsoft 365,’’ jelasnya.

Yang tidak kalah penting ialah meningkatkan kreativitas guru dalam menyampaikan materi. Sebab, memberikan ilmu lewat online tidak semudah menanak nasi. Perlu ide segar agar tidak monoton.

Mamik mengatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan bagi para guru. Tenaga pengajar itu diminta memberikan gagasan segar ketika mengajar. ’’Bisa lewat visual yang menarik,’’ jelasnya.

Langkah lain, menggelar lomba materi PJJ. Tentu yang kreatif yang menjadi jawara. Pemenang mendapatkan penghormatan. Materi dijadikan bahan ajar di Surabaya.

Contohnya, SMP Negeri 5 Surabaya yang terus melakukan pembaruan. Tujuannya, pembelajaran tetap interaktif dan tidak membosankan. Misalnya, pembelajaran interaktif dengan metode sosiodrama dan praktik secara langsung.

Kepala SMP Negeri 5 Surabaya Nanik Partiyah mengungkapkan, untuk PJJ tahun ini, pihaknya mempersiapkan beragam video pembelajaran interaktif. Serta, ada beberapa mata pelajaran yang disampaikan dengan metode sosiodrama.

Guru, Pegawai Tata Usaha, dan Tenaga Kebersihan Full Bekerja dari Rumah


Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya bergerak cepat mendata sekolah yang dijadikan sebagai lokasi penyembuhan pasien Covid-19. Kemudian, dukungan diberikan. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo mengatakan, di satu kelurahan, ada 5–6 sekolah yang bisa digunakan. Cara itu memang harus ditempuh pemkot. ’’Pak Wali Kota berupaya mempercepat penyembuhan warga yang terpapar Covid-19,’’ terangnya.

Di dalam satu kelas, nanti diatur. Petugas menempatkan bed. Satu ruangan berisi 30 pasien. Setiap hari kondisinya dipantau. Supomo mengatakan, pemakaian sekolah sebagai tempat penyembuhan menjadi bukti bahwa pendidikan mampu bersinergi dengan kesehatan. ’’Karena saat ini kesehatan warga yang utama,’’ paparnya.

Nah, bagi sekolah yang digunakan sebagai tempat perawatan, dispendik memberikan kebijakan. Seluruh pegawai, mulai guru, tenaga kebersihan, hingga TU, work from home (WFH). Tujuannya, mereka tidak terpapar Covid-19. Nah, pemkot mengerahkan petugas yang memantau sekolah. Yakni, linmas dan satpol PP. Mereka bertugas memberikan kenyamanan kepada pasien.

Baca Juga: Ruang Kelas Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Covid-19 di Surabaya

Selain itu, setiap hari dokter datang ke tempat tersebut. Memeriksa kondisi pasien serta memberikan vitamin dan obat-obatan. ’’Kami berharap langkah ini menjadi solusi penanganan Covid-19 di Surabaya,’’ ucap Wali Kota Eri Cahyadi.

MENGAPA PILIH SEKOLAH?

- Sekolah diubah menjadi tempat pemulihan. Menampung warga yang isolasi mandiri agar klaster keluarga tidak bermunculan.

- Sekolah dipakai karena fasilitasnya lengkap. Pemkot tinggal menambahkan bed.

- Lokasi sekolah terbilang strategis. Dekat jalan akses. Memudahkan evakuasi pasien apabila kondisinya memburuk.

- Sekolah dipilih karena berdekatan dengan rumah penderita sehingga memudahkan penanganan dan mobilitas keluarga.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore