
TAMBAL KEBUTUHAN: Tenaga kesehatan sedang memberikan vaksinasi di puskesmas. Nanti dokter yang belum lulus dari pendidikan dimohonkan menjadi petugas kesehatan penanganan Covid-19. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Virus korona terus bermutasi. Wabah penyakit dari Tiongkok itu semakin ganas. Untuk menghadapi amuk Covid-19 tersebut, pemkot merancang penambahan ruang perawatan di seluruh kelurahan. Setiap kelurahan harus menyediakan tempat isolasi. Caranya, menyulap sekolah menjadi fasilitas kesehatan (faskes) darurat.
Dari pengamatan, sejumlah kelurahan telah mengubah sekolah menjadi tempat isolasi. Contohnya, Kecamatan Sukolilo. Ada enam sekolah yang dijadikan ruang perawatan. Yakni, di wilayah Keputih, Medokan Semampir, Nginden Jangkungan, Semolowaru, Klampis Ngasem, serta Menur Pumpungan.
Camat Sukolilo Amalia Kurniawati menjelaskan, kebutuhan ruang isolasi telah disiapkan. Di satu sekolah disiapkan empat kelas untuk ruang perawatan. ’’Tinggal menunggu sarana dan prasarana (sarpras),’’ paparnya.
Di Tegalsari, sebanyak lima sekolah digunakan untuk tempat isolasi. Dalam satu sekolah, ada dua hingga empat ruangan yang disiapkan. Satu kelas bisa menampung 30 pasien. ’’Ruangan siap, menunggu bed,’’ jelasnya.
Wilayah Tambaksari juga bersiap. Lima sekolah dirancang menjadi tempat isolasi. Sarpras yang dibutuhkan dilengkapi. ’’Butuh tambahan bed,’’ ucap Camat Tambaksari Ridwan Mubarun.
Beberapa kelurahan di Surabaya Barat telah menentukan lokasi isolasi untuk warga. Namun, ada juga yang belum. Misalnya, Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri. Rencananya, kelurahan menggunakan dua sekolah. Yakni, SDN 1 dan SDN 4 Lidah Kulon. ’’Namun, kami masih menunggu hasil survei sisi kelayakannya,” kata Lurah Lidah Kulon Ghomri kemarin.
Lain halnya dengan Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Lurah Sememi Hanna menyatakan, kelurahan telah mendapatkan lokasi yang pas untuk isolasi bagi warga. Yaitu, di SDN 01 Sememi. Lokasinya satu deret dengan Puskesmas Sememi, Kantor Kecamatan Benowo, dan Kantor Kelurahan Sememi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan warga hingga petugas lain. Mulai kecamatan hingga TNI-Polri.
Sebelum mendapatkan keputusan final di SDN 01 Sememi, Hanna dan kecamatan sempat menyurvei SMPN 53 Surabaya. Rencananya, ada lima ruang kelas yang digunakan. Empat kelas difungsikan untuk perawatan pasien dan satu kelas untuk peralatan perawatan serta ruang istirahat tenaga kesehatan. ’’Kami ingin pastikan semuanya benar-benar tertata,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sonokwijenan Katerina Evi menyebutkan, pihaknya tidak menggunakan gedung SD atau SMP. Dia mengatakan, kelurahan berencana memakai gedung eks UPTD BPS Surabaya IV (dinas pendidikan). Lokasinya di Jalan Sonoindah VII, RW III.
Selain mencari tempat isolasi, kelurahan juga memiliki PR untuk memastikan permakanan pasien. Evi mengatakan, terkadang ada beberapa warga yang tidak ingin diberi permakanan karena sudah mendapatkan jatah makan dari kerabat. Nah, untuk warga yang membutuhkan permakanan, kelurahan wajib memberikan.
Penyiapan tempat isolasi di kelurahan dikebut. Tujuannya mengantisipasi lonjakan Covid-19. Harapan lain, mencegah timbulnya klaster keluarga.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, hari ini seluruh ruang isolasi di kelurahan harus beroperasi. Pemkot memanfaatkan ruang sekolah. Pasalnya, di sekolah fasilitas sudah terpenuhi. ’’Dimulai Jumat. Karena Jumat adalah hari terbaik. Harapannya, Covid-19 segera berakhir,’’ paparnya.
Pemkot bakal mencukupi kebutuhan ruang isolasi. Pasien mendapatkan vitamin, obat-obatan, serta makanan bergizi. Setiap hari dokter melakukan pemantauan.
Menurut Eri, isolasi itu menjadi solusi. Pasalnya, saat ini klaster keluarga bermunculan. Warga melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sayangnya, rumah tersebut memiliki keterbatasan. ’’Kamar mandi tidak terpisah sehingga satu keluarga terpapar,’’ papar alumnus ITS itu.
Selain ruang isolasi di kelurahan, pemkot juga menyiapkan GOR Indoor GBT. Tempat itu diubah menjadi RS darurat. Fungsinya menampung pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan dan sedang.
Kemarin Eri sempat memantau persiapan faskes darurat tersebut. Bed sudah tersedia di bagian tengah ruangan. Jumlahnya mencapai 200 tempat tidur.
Sejumlah pekerja tampak menyiapkan ruang IGD. Fasilitas itu mampu menampung hingga 30 pasien. Hari ini RS GBT beroperasi.
Pria 44 tahun itu menjelaskan, RS darurat GBT telah rampung. Saat ini pemkot berupaya melengkapi fasilitas. Misalnya, pemasangan oksigen. ’’RS darurat ini untuk melayani warga di wilayah barat. Mendukung RS BDH yang mulai penuh,’’ jelasnya.
Baca Juga: Masuk ke Surabaya Tak Penuhi Syarat, Kasatlantas: Harus Putar Balik
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Reni Astuti memberikan apresiasi. Menurut dia, penyediaan RS darurat dibutuhkan. ’’Penanganan cepat dibutuhkan untuk memutus mata rantai Covid-19,” jelasnya.
CEPAT-CEPAT BANGUN RUANG ISOLASI
- Kelurahan diminta menyiapkan ruang isolasi.
- Sekolah disulap menjadi tempat perawatan.
- Pemkot menyediakan fasilitas seperti permakanan, vitamin, dan obat-obatan.
- Setiap hari dokter mengecek pasien.
- Satu kelas bisa menampung 30 pasien.
- GOR Indoor GBT tinggal pemasangan oksigen.
- Ruang isolasi dan RS darurat GBT beroperasi hari ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
