Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juli 2021 | 01.46 WIB

Setelah Didemo Warga, Tempat Isolasi di SDN Gunung Sari Dipindah

Lapangan di belakang kantor kelurahan Gunung Sari Surabaya di Jalan Kencana Sari Timur IX yang akan dijadikan tempat isolasi. Rafika Yahya/JawPos.com - Image

Lapangan di belakang kantor kelurahan Gunung Sari Surabaya di Jalan Kencana Sari Timur IX yang akan dijadikan tempat isolasi. Rafika Yahya/JawPos.com

JawaPos.com–Lokasi isolasi mandiri di Kelurahan Gunung Sari resmi dipindahkan pada Jumat (23/7) siang. Awalnya lokasi isolasi mandiri warga per kelurahan ditempatkan di SDN Gunung Sari 1 Surabaya. Namun, warga menolak pada Jumat (23/7) pagi.

Akhirnya, Isolasi mandiri warga dipindah ke belakang kantor Kelurahan Gunung Sari. Di belakang kantor kelurahan di Jalan Kencana Sari Timur IX itu, terdapat lapangan yang luas. Dari kantor kelurahan, lapangan itu dipisahkan dengan area kosong yang cukup luas. Karena masuk wilayah dataran tinggi, di sebelah Timur, tampak pemandangan kota Surabaya. Tidak hanya rumah warga, namun juga Sungai Jagir.

Camat Dukuh Pakis Iin Trisno Ningsih menjelaskan, di lapangan itu, cukup untuk 30 warga Kelurahan Gunung Sari yang dinyatakan positif Covid-19. ”Kami sampaikan usulnya. Jadi lokasinya langsung disiapkan,” jelas Iin Trisno Ningsih.


Ketika JawaPos.com datang pada siang hari, tampak sebuah pick up berisi scaffolding dan peralatan tenda datang. Kemudian petugas mulai menyiapkan. ”Memang dadakan. Karena warga di sekitar SDN Gunung Sari 1 menolak. Jadi dipindah ke sini. Kami mendengar masukan warga,” tutur Iin Trisno Ningsih.

Iin mencatat, dari seluruh warga Kecamatan Dukuh Pakis, terdapat 73 orang yang dinyatakan positif. ”Kami upayakan mencari tempat isolasi mandiri. Supaya tidak ada klaster keluarga lagi,” ucap Iin Trisno Ningsih.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan tiap kelurahan untuk memiliki tempat isolasi masing-masing.

Kemudian, Kelurahan Gunung Sari memilih SDN Gunung Sari 1 sebagai lokasi isolasi mandiri warga. Namun, pada Jumat (23/7) pagi, hal itu ditentang warga.

Dari pantauan JawaPos.com, wilayah SDN Gunung Sari 1 berbatasan langsung dengan perkampungan. Tepat di depan bangunan sekolah, berdiri warung yang menjual kopi dan kudapan. Tak jauh dari sana, terdapat penjual nasi pecel.

Agus Purwanto, ketua RT 07 RW 06, Kelurahan Gunung Sari menjelaskan, penolakan itu karena warga merasa terancam dengan tempat isolasi mandiri di dekat kampung. Dia menyesalkan pemerintah kota yang tidak segera melakukan sosialisasi. Mereka justru baru tahu dari media sosial.

”Belum disosialisasi, ramainya kan di media dan medsos. Bahwa perintah (melalui) Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi), akan ada sekolah yang jadi tempat isolasi. Untuk OTG (orang tanpa gejala),” kata Agus ketika dikonfirmasi.

Lelaki yang tinggal di dekat SD Gunung Sari itu pun mengakui bahwa warga tidak setuju. Sebab, warga takut tertular. ”Warga menolak, namanya penyakit kayak gini (Covid-19) ya takut warga kan tertular dekat dengan pemukiman kan,” jelas Agus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore