Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juli 2021 | 22.05 WIB

Takut Tertular, Warga Gunung Sari Protes Sekolah Jadi Tempat Isolasi

SDN Gunung Sari 1 yang akan digunakan menjadi tempat isolasi mandiri. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

SDN Gunung Sari 1 yang akan digunakan menjadi tempat isolasi mandiri. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Warga Kelurahan Gunung Sari meluruk SDN Gunung Sari pada Jumat (23/7). Mereka memprotes rencana Pemerintah Kota Surabaya yang akan menjadikan sekolah sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Aksi itu dilakukan pada pukul 08.00. Mereka masuk ke sekolah dan meminta petugas segera menghentikan proses persiapan. Agus Purwanto, ketua RT 07 RW 06, Kelurahan Gunung Sari, menjelaskan bahwa penolakan itu karena warga merasa terancam dengan tempat isolasi mandiri di dekat kampung.

Dia menyesalkan pemerintah kota yang tidak segera melakukan sosialisasi. Mereka justru baru tahu dari media sosial. ”Belum disosialisasi, ramainya kan di media dan medsos. Bahwa perintah (melalui) Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi), akan ada sekolah yang jadi tempat isolasi. Untuk OTG (orang tanpa gejala),” ujar Agus ketika dikonfirmasi.


Menurut dia, protes itu tidak akan terjadi bila ada sosialisasi ke warga. Dia menyesalkan pemerintah dan petugas kelurahan yang langsung menyiapkan sekolah.

Lha pagi tadi (23/7) langsung eksekusi. Jadi itu lho dibersihkan dan kasurnya dimasukin. Waktu warga tanya, ya aku bilang nggak tahu. Jadi aku panggil Bu Camat dan Pak Lurah,” beber Agus.

Lelaki yang tinggal di dekat SD Gunung Sari itu mengakui bahwa warga tidak setuju. Sebab, warga takut tertular.

”Warga menolak, namanya penyakit kayak gini (Covid-19) ya takut warga kan tertular dengan pemukiman kan,” jelas Agus.

Di Kelurahan Gunung Sari, terdapat SD Gunung Sari 1, 2, dan 3. Dia berasumsi bahwa kelurahan menganggap SD Gunung Sari memiliki akses tercepat dan termudah.

”Nah sekolah negeri kan banyak yang nggak terpakai, jadi yang aksesnya (keluar masuk) enak itu dibuat isolasi,” terang Agus.

Ketika Agus mencoba mengonfirmasikan ke lurah, belum ada jawaban yang didapatkan. ”Jawaban lurah sementara ditampung karena banyak warga tidak setuju nanti dikoordinasikan dengan yang di atas,” tutur Agus.

Dari pantauan JawaPos.com, sekolah itu berbatasan langsung dengan pemukiman warga.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, pihaknya akan membuat tempat isolasi di tiap kelurahan. ”Kelurahan bisa memantau pasien di sekolah yang dijadikan tempat isolasi mandiri. Jumat (23/7) buka,” kata Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore