Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 04.52 WIB

Jumlah Penderita HIV di Surabaya Meningkat, DPRD Minta Pemkot Pakai Pendidikan Humanis

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto. - Image

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto.

JawaPos.com–Peningkatan kasus HIV di Kota Surabaya terjadi bukan di kalangan usia pasien dewasa saja. Namun, penderita HIV pun menyasar kalangan remaja. Tepatnya di usia 15-19 tahun.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto menyebut penderita HIV di Kota Pahlawan makin meningkat. Penambahan kasus HIV di Surabaya lebih kurang 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

”Ini jadi alarm bagi kita semua. Karena jika penderita HIV dari usia 0-14 tahun, penularan dari orang tuanya. Kenyataannya yang terjadi adalah ini remaja yang mereka beraktivitas secara mandiri,” ujar Herlina, Srikandi Demokrat, kepada JawaPos.com.

Berdasar data yang dihimpun, kasus HIV dari 2022 – 2023 di Surabaya kelompok umur dengan NIK Surabaya, kurang dari 14 tahun usianya ada 7 penderita, 15-19 tahun 36 penderita, 20-24 tahun 106 penderita, 25-49 tahun ada 398 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 53 penderita.

Sementara itu, untuk 2022, usia kurang dari 14 tahun ada 8 penderita, 15-19 tahun 21 penderita, 20-24 tahun 120 penderita, 25-49 tahun ada 386 penderita, dan lebih dari 50 tahun sebanyak 51 penderita.

”Di usia 15-19 tahun di 2022 dan 2023 terlihat ada peningkatan 15 orang yang menderita HIV,” ujar Herlina yang juga Ketua Fraksi Demokrat Surabaya itu.

Dia berharap agar Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan pemerintah provinsi. Sebab, di usia 15-19 tahun ada dua jenjang pendidikan. Yakni, SMP dan SMA. Sementara itu, untuk pendidikan di SMA sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Tolong kedepankan pendidikan yang humanis. Ini masalahnya masih di fase yang bisa dibentuk kok di fase pendidikan SMP dan SMA. Harapan untuk menjadikan generasi yang lebih baik lagi masih ada,” imbuh Herlina.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan bahwa Kota Surabaya telah melakukan perluasan layanan testing HIV melalui 122 layanan. Di antaranya pada 63 puskesmas, 57 rumah sakit, dan 2 klinik utama.

”Sedangkan, untuk pemberian layanan dukungan, perawatan dan pengobatan (PDP) HIV juga telah tersebar di 52 layanan di 38 puskesmas, 13 rumah sakit, dan 1 klinik utama,” kata Nanik, Jumat (1/12).

Dalam kondisi normalisasi layanan testing HIV pasca pandemi Covid-19 pada fasilitas pelayanan kesehatan, Nanik menjelaskan, kasus HIV dapat ditemukan sejak dini dan segera ditata laksana melalui pengobatan sesuai standar. Kepatuhan mengonsumsi obat ARV bagi pasien terinfeksi HIV turut dipantau dan dikawal dengan ketat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore