Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 04.09 WIB

Siapkan Dana 18 Miliar, Pemkot Surabaya Akan Ambil Alih Pengelolaan Bus Trans Semanggi Suroboyo 

Bus Trans Semanggi Suroboyo direncanakan akan diambil alih pengelolaannya oleh pemkot Surabaya. (Radar Surabaya/Suryanto ) - Image

Bus Trans Semanggi Suroboyo direncanakan akan diambil alih pengelolaannya oleh pemkot Surabaya. (Radar Surabaya/Suryanto )

 

JawaPos.com - Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi. Salah satunya dengan mengambil alih pengelolaan Bus Trans Semanggi Suroboyo (TTS). Wacana itu akan direalisasikan tahun 2024 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru menyatakan dengan pengambil alihan pengelolaan TTS, maka operasional armada itu lepas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
 
Tundjung juga menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rencana, termasuk dalam hal alokasi anggaran. 
 
 
"Kita siapkan anggaran dana melalui APBD 2024," ujarnya, Rabu (29/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
 
Untuk mendukung wacana itu, Dishub Kota Surabaya mendapat alokasi fantastis. Nilainya mencapai Rp 18 miliar. 
 
"Selain itu, jumlah armada yang dikelola sebanyak 17 unit. Rencananya untuk melayani dua rute," imbuhnya.
 
 
Dishub Surabaya tengah mematangkan rute armada TTS. Yakni, dari Jalan Lidah Wetan sekitar kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menuju kampus Institut Negeri Sepuluh Nopember (ITS).
 
Rute kedua armada TTS akan melewati kawasan timur. Yaitu, Jalan Ir Soekarno atau MERR menuju ke kawasan Kenjeran Park (Kenpark). "Rute ini sebelumnya dilayani bus luar TTS," ungkapnya.
 
Tundjung menambahkan pihaknya pernah menerjunkan armada bus listrik itu di dua rute itu. Saat itu, armada yang melayani adalah milik Damri. 
 
 
Namun sejak berhenti pada awal tahun lalu, saat ini rute tersebut mengalami kekosongan. "Sehingga akan diaktifkan kembali," ungkap Tundjung.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati sudah mengetahui wacana itu. Rencana pengambil alihan TSS dari Kemenhub ke dishub sudah disepakati DPRD.
 
Rencana itu juga sudah masuk dalam grand design pengembangan transportasi publik di Surabaya. 
 
 
"Dengan pengelolaan dari APBD, dishub Surabaya lebih leluasa mengelola transportasi publik," kata Aning.
 
Ia juga menambahkan, rencana tersebut diproyeksikan untuk menunjang pelayanan transportasi publik. Tarifnya juga akan terintegrasi menjadi satu dengan Suroboyo Bus dan angkutan Feeder.
 
"Selama ini kan tarif TSS dengan SB berbeda. Penumpang bayar dobel kalau ganti bus," pungkasnya.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore