Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 November 2023 | 06.57 WIB

Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran, Pemkot Surabaya Resmikan Kampung Madani

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

JawaPos.com–Program Kampung Madani yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran di tingkat kampung, telah menunjukkan progres yang signifikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan sejumlah Kampung Madani pada Selasa (28/11). Melansir dari Radar Surabaya, Senin (27/11), Cak Eri sapaan akrab Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Kampung Madani memiliki cita-cita menggerakkan warga dan tokoh masyarakat untuk membantu kondisi ekonomi lingkungan. Upaya tersebut melalui pengoptimalan peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Menurut dia, program itu ditargetkan bisa tuntas pada 2024. Sehingga, seluruh kampung mampu mandiri mengatasi masalah ekonomi sekitar melalui program Kampung Madani.

”Banyak yang sudah selesai dan banyak yang membantu. Jangan biarkan Kota Surabaya yang metropolitan ini lupa gotong-royong dan guyub rukun. Kekuatan utamanya adalah kekeluargaan,” papar Cak Eri.

Dia menambahkan, indikator Kampung Madani yang berhasil adalah karena kemandirian warga. Selain itu, kampung yang sudah terbebas dari kemiskinan dan stunting.

”Harusnya 2024 semua kampung minimal sudah madani dan terakhir menjadi Kampung Pancasila,” ujar Eri.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada sebelas kampung yang menjadi percontohan program itu. Yakni Kelurahan Tambak Rejo, Wonokusumo, Perak Barat, Keputih, Tenggilis Mejoyo, Jagir, Putat Jaya, Manyar Sabrangan, Gayungan, Balongsari, dan Jambangan.

”Salah satu ekosistem yang dibangun dalam Kampung Madani adalah kemandirian ekonomi. Karena itu, untuk mewujudkannya perlu keterlibatan banyak pihak,” ucap Eri.

Cak Eri mengatakan, pemkot akan aktif memberikan bantuan kepada mereka yang kekurangan berupa sembako dan vitamin jika sakit.

Sementara itu, Lurah Gayungan Pramudita Yustiani mengungkapkan, untuk mewujudkan program itu perlu penyamaan persepsi. Warga adalah pihak yang paling tahu tentang kondisi di sekitarnya.

”Komunikasi dengan semua pihak itu penting,” papar Pramudita Yustiani.

Dengan program Kampung Madani diharapkan bisa berdampak positif bagi masyarakat. Sebab, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore