Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 07.42 WIB

RSUD Soewandhie Surabaya Resmikan Oncology Center, Perluas Akses Layanan Kanker

Pemkot Surabaya resmikan layanan Oncology Center dan Gedung Graha Adyatma RSUD Soewandhie, Kamis (16/11). - Image

Pemkot Surabaya resmikan layanan Oncology Center dan Gedung Graha Adyatma RSUD Soewandhie, Kamis (16/11).

JawaPos.com–Pemkot Surabaya resmikan layanan Oncology Center dan Gedung Graha Adyatma RSUD Soewandhie, Kamis (16/11). Peresmian itu merupakan bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan kanker.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, RSUD Soewandhie menyediakan pelayanan pengobatan kanker melalui Oncology Center secara lengkap. Layanan Oncology Center tersebut, hadir sebagai one stop service untuk Onkologi.

”Jadi, masyarakat di Kota Surabaya akan semakin mudah dalam mengakses informasi, melakukan skrining kanker, hingga pelayanan pengobatan bagi penderita kanker,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut wali kota, kehadiran Oncology Center atau pelayanan radioterapi merupakan bagian dari upaya pemkot mewujudkan medical tourism Surabaya. medical tourism merupakan wisata berbasis kesehatan yang diharapkan dapat menarik wisatawan dari luar negeri untuk berobat di Surabaya.

”Dengan adanya Oncology Center ini, kami optimistis dapat mereduksi sekitar 50 persen masyarakat Surabaya yang pergi ke luar negeri untuk berobat,” kata Wali Kota Eri.

Oncology Center di RSUD Soewandhie dilengkapi dengan tiga alat canggih untuk menunjang kebutuhan medis. Ketiga alat tersebut, yang pertama adalah LINAC Varian Truebeam.

Alat kedua adalah Brakhiterapi Bebig Saginova. Sedangkan alat ketiga adalah CT Simulator, yang digunakan mensimulasikan posisi penyinaran dan citra pasien untuk treatment radiasi.

Eri menyatakan, pelayanan radioterapi bukan hanya sebuah kemajuan dalam bidang kesehatan. Tetapi juga sebuah langkah besar dalam memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Yuli Astuti Saripawan mengapresiasi terhadap peningkatan pengembangan pelayanan di RSUD Soewandhie Surabaya.

Dia menyatakan, layanan radioterapi tersebut bisa di-cover melalui BPJS Kesehatan. Namun hal ini dapat diterapkan apabila sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) atau kerja sama antara RSUD Soewandhie dengan BPJS Kesehatan.

Menurut dia, kanker merupakan satu di antara 10 jenis penyakit yang menjadi prioritas penanganan Kemenkes. Hal tersebut berdasar hasil evaluasi Kemenkes terhadap tingkat kematian dan pembiayaan BPJS.

”Makanya kita berusaha memprioritaskan. Prioritas itu adalah mulai penanganan sedini mungkin, sampai ketika orang itu sudah sakit kita tangani. Jadi jangan sampai orang datang (ke rumah sakit) sudah stadium empat,” jelas Yuli Astuti Saripawan.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Soewandhie Surabaya dr Billy Daniel Messakh menyampaikan, untuk sementara, pasien yang dirawat di layanan radioterapi masih bersifat umum. Namun, pada Desember 2023, layanan ini bisa digunakan pasien BPJS.

”Proses (kerja sama BPJS) sedang berjalan, kemungkinan besar Desember kita sudah mulai. Jadi, pasien yang sudah dirawat sementara umum, karena umum begitu mahalnya, itu yang menyebabkan jumlah pasien masih empat orang,” kata Billy.

Sejak Januari sampai November, RSUD Soewandhie sudah melakukan 1.000 kali pelayanan kemoterapi kanker. Nah, apabila itu dikonversi, maka jumlah pasiennya sekitar 350 orang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore