Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Oktober 2023 | 21.50 WIB

Harga Tanah di Jaksel dan Surabaya Barat Setara, Per Meter Rp 40 Juta–50 Juta

PADAT: Potret dari udara deretan rumah di kawasan Dukung Kupang. Banyaknya pembangunan dan proyek pemkot di Surabaya Barat ikut mengerek harga tanah. - Image

PADAT: Potret dari udara deretan rumah di kawasan Dukung Kupang. Banyaknya pembangunan dan proyek pemkot di Surabaya Barat ikut mengerek harga tanah.

JawaPos.com – Harga tanah di kawasan Surabaya Barat makin naik. Bahkan lebih tinggi ketimbang kawasan Surabaya lainnya. Kenaikan harga tanah itu dipicu sejumlah proyek pembangunan di wilayah barat.

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (BPOD REI) Jatim Danny Wahid mengatakan, harga tanah bergantung pada lokasinya.

Dia mencontohkan, harga tanah di Surabaya Barat lebih mahal daripada di wilayah Surabaya Timur. ”Karena Surabaya Barat memang pembangunannya sedang jor-joran,” imbuhnya.

Menurut Danny, banyak pengembang di Surabaya Barat yang membangun superblok. Kawasan itu dilengkapi fasilitas, mulai sekolah, kesehatan, hingga hiburan.

Faktor lain adalah adanya beberapa proyek pemkot di Surabaya Barat. Misalnya, radial road (RR) dan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB).

”Untuk kawasan yang punya rencana pembangunan, pasti besar potensi kenaikannya,” tegas wakil ketua umum bidang properti Kadin Jawa Timur itu.

Kisaran harga tanah per meter persegi di barat dibanderol Rp 40 juta–50 juta. Berdasar beberapa laman agen properti, harga itu setara dengan perumahan mewah di Jakarta Selatan (Jaksel).

Di perumahan medium di Surabaya Barat, harga tanah cukup beragam. Mulai belasan juta hingga Rp 25 juta per meter persegi. Itu juga setara dengan perumahan mewah di kawasan Serpong, Tangerang.

Menurut Danny, harga tanah di beberapa lokasi Surabaya Barat bahkan bisa melebihi harga di Jakarta. Sebab, banyak spekulan yang bermain. ”Jadi, bukan dari pengembang swasta tangan pertama,” tuturnya.

Harga tanah di Surabaya Barat diperkirakan terus naik. ”Tapi, hati-hati juga kalau sudah melebihi harga di Jakarta, bisa jadi mentok di harga itu karena market-nya belum mampu,” paparnya. (dya/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore