
PELAKU BELUM KETEMU: Kondisi mata SAH (18/9). Mata sebelah kanan memang tak terlihat ada luka, tapi dia merasakan gelap dan tidak bisa melihat.
JawaPos.com – SAH memang mengaku tidak kenal dengan pelaku pencolokan matanya. Jangankan rumah atau sekolahnya, namanya saja upik 8 tahun itu tidak tahu.
Tapi, saking seringnya dipalak sejak kelas I, murid kelas II SDN 236 di Menganti, Gresik, Jawa Timur, yang kehilangan penglihatan di mata kanannya tersebut hafal wajah dan ciri fisik si pelaku. Tubuhnya, kata anak pertama dari tiga bersaudara itu seperti ditirukan sang ayah, Samsul Arif, lebih tinggi dari dirinya. Saat kejadian pada 7 Agustus lalu, pelaku tidak menggunakan seragam, melainkan baju biasa. Sebelum kejadian matanya dicolok, SAH tak pernah menceritakan kepada orang tua atau guru kalau dia selama ini dipalak. Kepada sang nenek, SAH juga sempat menyebut pelaku memiliki bibir bagian atas sedikit menjorok ke dalam. Itu disampaikan nenek SAH sembari mempraktikkan apa yang diceritakan SAH. Tapi, bukan bibir sumbing.
Untuk gaya rambut, Samsul menyebut potongan rambut pelaku sedikit panjang. Tapi, tidak disebut gondrong. ’’Seumuran SMP, tapi belum pasti juga. Saat ini anak saya masih trauma, jadi kalau ditanya agak sulit dan (keterangannya) belum bisa dibuat pedoman,” kata Samsul di kediamannya di Gresik kemarin (19/9).
Sudah 44 hari sejak kejadian dan tiga pekan lebih sejak Samsul melaporkan ke polisi, pelaku pencolokan menggunakan tusuk bakso itu belum juga ketahuan. Samsul sempat mengajak SAH masuk ke kelas mulai dari kelas I hingga kelas VI. Tapi, tidak ada yang ditunjuk SAH sebagai pelaku. ’’Apa anak saya tidak menunjukkan atau memang sedang tidak ada di situ masih belum tahu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengungkapkan, hasil visum luar yang dilakukan di RSUD Ibnu Sina pada mata kanan korban tidak menunjukkan adanya luka robek maupun pendarahan.
Demikian halnya dengan hasil visum pelendir bola mata, kondisinya dalam keadaan normal. Bahkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ’’Meski demikian, kami akan memastikan kondisinya dengan pemeriksaan lebih lanjut,’’ ujarnya.
Pemeriksaan yang dimaksud adalah magnetic resonance imaging (MRI), pemeriksaan medis menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio. Tujuannya untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. ’’Sehingga kondisi pasti pada mata korban bisa diketahui. Kami menjadwalkan pada Selasa, 26 September, mendatang,’’ bebernya.
Tapi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta agar pemeriksaan MRI itu dimajukan hari ini (20/9). ’’Kalau bisa segera diperiksa. Nanti (hari ini, Red) kalau bisa MRI di RS PHC Surabaya. Nanti dibantu RSUD Ibnu Sina untuk komunikasi dengan PHC,” ucapnya.
Mantan ketua DPRD Gresik itu mengaku akan membantu biaya pengobatan. Dirinya telah meminta RSUD Ibnu Sina untuk mengawal pengobatan SAH. Selain itu, dirinya menekankan pihak Pemkab Gresik juga akan melakukan pendampingan untuk memulihkan mental. ’’Hingga nanti SAH dapat kembali bersekolah,” imbuhnya.
Dari Surabaya, Kabid Labfor Polda Jatim Kombespol Sodiq Pratomo secara terpisah menyatakan, pihaknya sudah menerima DVR CCTV dari penyidik. Menurut dia, timnya masih berusaha memulihkan rekaman yang hilang. ’’Doakan saja mudah-mudahan masih ada,” katanya.
Sodiq mengungkapkan, secara teknis rekaman yang hilang bisa dipulihkan dengan alat khusus. Namun, prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sodiq belum bisa memastikan waktu yang diperlukan untuk menemukan rekaman yang hilang. Dia menyebut hasilnya bergantung berat tidaknya hambatan. (son/yog/edi/mia/c17/ttg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
