Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 September 2023 | 20.46 WIB

Beringas saat Beraksi, Komplotan Begal Menangis saat Dijemput Polisi di Rumahnya Jalan Balongsari Surabaya

Ilustrasi begal - Image

Ilustrasi begal

JawaPos.com - Ahmad Toha sempat menangis ketika dijemput polisi di rumah. Anggota komplotan begal bercelurit itu berkali-kali meminta ampun. Warga Jalan Balongsari tersebut berdalih membegal karena diancam BN dan AR, dua temannya yang belum tertangkap.

Kapolsek Tandes Kompol Zulkifli Ahyat Musa menjelaskan, komplotan pemuda 20 tahun itu berulah di Jalan Satelit Utara Rabu (26/7). Mereka merampas Honda Vario milik Fajar Oktaviano Ramadhan.

”Tersangka dan temannya sempat terekam CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya kemarin (12/9).

Video itu menjadi modal penyelidikan. Nopol motor yang menjadi sarana diidentifikasi. Toha diketahui sebagai pemiliknya. ”Waktu didatangi, langsung mengaku,” katanya.

Tersangka sempat menangis minta ampun. Dia beralasan membegal karena dipaksa dua temannya yang masih buron. ”Kalau tidak mau ikut, katanya akan dipukuli,” ungkapnya.

Toha, lanjut dia, dalam komplotan tersebut berperan sebagai joki. Mereka keliling boncengan tiga mencari sasaran di jalan sepi. BN dan AR membawa celurit yang disembunyikan di balik baju.

”Di Jalan Satelit Utara, ketiganya melihat korban di pinggir jalan,” jelasnya.

Fajar saat itu berhenti untuk mengisi daya baterai ke bagian motor. BN tiba-tiba mengarahkan celuritnya ke kaki pemuda 20 tahun tersebut. ”Korban diminta menyerahkan motor,” tegasnya. Fajar yang ketakutan spontan mencabut kunci dan lari. Motor korban dibawa lari dengan didorong. (edi/c14/eko)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore